Scroll untuk baca artikel
EkobisBirokrasi

Bupati Bombana Panen Perdana Bawang Merah, Hasil Capai 9-12 Umbi per Tanaman

146
×

Bupati Bombana Panen Perdana Bawang Merah, Hasil Capai 9-12 Umbi per Tanaman

Sebarkan artikel ini

RUMBIA, INFOBOMBANA.ID – Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si., memanen perdana bawang merah di kebun percontohan PKK Desa Watukalangkari, Kecamatan Rarowatu, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, Minggu (13/9/2026).

Panen tersebut merupakan bagian dari uji coba budidaya bawang merah melalui demplot yang dikembangkan di kebun percontohan PKK seluas sekitar 3 are.

Bawang merah yang dipanen kali ini sebelumnya ditanam pada 14 Juli 2026. Bibit yang digunakan didatangkan langsung dari Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.

Dalam aksi panen ini, Bupati Burhanuddin turut melakukan panen secara langsung bersama sejumlah pihak yang terlibat dalam pengembangan demplot tersebut.

Hasil panen perdana menunjukkan pertumbuhan tanaman yang cukup baik. Setiap tanaman menghasilkan sekitar 9 hingga 12 umbi anakan.

Kondisi tersebut menjadi salah satu bahan evaluasi untuk melihat tingkat kesesuaian budidaya bawang merah dengan kondisi lahan dan lingkungan di wilayah Bombana.

Kegiatan panen turut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Bombana Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos., bersama anggota PKK, Sekda Kabupaten Bombana Ir. Syahrun, S.T., M.P.W.K., beserta jajaran.

Selain itu, hadir pula tim pelaksana pengembangan Desa Sentra Produksi Bawang Merah Berkelanjutan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bersama Universitas Halu Oleo (UHO).

Panen perdana tersebut menjadi tahap awal dalam melihat hasil pengembangan bawang merah melalui kebun percontohan.

Hasil demplot selanjutnya akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan kesesuaian teknik budidaya sekaligus melihat peluang pengembangan bawang merah sebagai salah satu komoditas pertanian di Bombana.

Kebun percontohan juga diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat. Proses tersebut memungkinkan masyarakat melihat secara langsung tahapan budidaya, mulai dari pemilihan dan penggunaan bibit, pemeliharaan tanaman hingga hasil produksi.

Dengan demikian, keberadaan demplot tidak hanya menjadi lokasi uji coba, tetapi juga dapat menjadi tempat pembelajaran sebelum budidaya bawang merah dikembangkan dalam skala yang lebih luas di masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *