Scroll untuk baca artikel
BirokrasiPendidikan

Lestarikan Bahasa Daerah dan Perkuat Literasi, Pemkab Bombana Buka Ruang Kolaborasi dengan Badan Bahasa

104
×

Lestarikan Bahasa Daerah dan Perkuat Literasi, Pemkab Bombana Buka Ruang Kolaborasi dengan Badan Bahasa

Sebarkan artikel ini
Ketgam: Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si., bersama Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Hafidz Muksin, S.Sos., M.Si., menandatangani Nota Kesepakatan kerja sama dalam pengembangan dan pembinaan bahasa, literasi, serta pelestarian bahasa daerah di Jakarta, Selasa (15/9/2026).

JAKARTA, INFOBOMBANA.ID – Pemerintah Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, memperkuat upaya pelestarian bahasa daerah sekaligus meningkatkan budaya literasi melalui kerja sama dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepakatan antara Pemkab Bombana dan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa di Aula Sasadu, Gedung M. Tabrani, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (15/9/2026).

Penandatanganan dihadiri Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si., dan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Hafidz Muksin, S.Sos., M.Si.

Kesepakatan itu tidak hanya mencakup pengembangan bahasa Indonesia, tetapi juga membuka ruang kolaborasi dalam pelestarian bahasa daerah, literasi, pendidikan, penerjemahan, pengembangan talenta, hingga pembinaan bahasa asing.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Hafidz Muksin menyampaikan apresiasi atas kerja sama tersebut.

Badan Bahasa, kata dia, siap memberikan pendampingan, konsultasi, maupun menghadirkan narasumber melalui balai atau kantor bahasa di Sulawesi Tenggara maupun dari tingkat pusat.

Bupati Bombana Burhanuddin mengatakan, kerja sama tersebut harus ditindaklanjuti dalam bentuk program yang dapat dirasakan masyarakat.

Menurut dia, pelestarian bahasa daerah menjadi salah satu hal penting karena bahasa merupakan bagian dari identitas dan kekayaan budaya masyarakat.

“Pelestarian bahasa daerah sangat dibutuhkan agar bisa awet nantinya,” ujar Burhanuddin.

Ia mengatakan, menjaga keberadaan bahasa daerah tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah.

Upaya tersebut membutuhkan keterlibatan satuan pendidikan, tenaga pendidik, masyarakat, hingga generasi muda sebagai pengguna bahasa di kehidupan sehari-hari.

Selain pelestarian bahasa, Pemkab Bombana juga menaruh perhatian pada penguatan budaya literasi.

Burhanuddin mengapresiasi dukungan Badan Bahasa berupa bantuan buku bacaan yang sebelumnya telah diberikan untuk siswa dan masyarakat di Kabupaten Bombana.

Menurutnya, ketersediaan bahan bacaan menjadi salah satu bagian penting dalam membangun kebiasaan membaca sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Bombana turut menyampaikan kebutuhan penguatan sektor pendidikan, termasuk dukungan terhadap sarana dan prasarana pembelajaran.

Pemkab Bombana menyatakan terbuka untuk mendukung berbagai program Badan Bahasa yang dapat diterapkan di daerah, termasuk menjadi lokasi percontohan apabila terdapat program yang membutuhkan daerah pilot project.

Kerja sama juga diarahkan pada pembinaan kemampuan berbahasa Indonesia bagi tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di Kabupaten Bombana.

Pembinaan tersebut diharapkan dapat membantu menciptakan komunikasi yang lebih baik di lingkungan kerja sekaligus mendukung interaksi TKA dengan masyarakat setempat.

Penguasaan bahasa Indonesia juga dinilai dapat membantu tenaga kerja asing memahami lingkungan sosial dan budaya di daerah tempat mereka bekerja.

Selain itu, kedua pihak membahas peluang kerja sama di bidang penerjemahan, termasuk bagaimana hasil penerjemahan dapat dimanfaatkan dan disebarluaskan kepada masyarakat.

Burhanuddin menyambut berbagai peluang tersebut dan menegaskan bahwa kerja sama dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa memiliki keterkaitan dengan sejumlah sektor pembangunan daerah.

“Kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan nota kesepakatan, tetapi dapat dilanjutkan melalui program nyata dan berkelanjutan di Kabupaten Bombana,” demikian arah kerja sama tersebut.

Program yang diharapkan berkembang mencakup pelestarian bahasa daerah, penguatan literasi, penyediaan bahan bacaan, pengembangan talenta, penerjemahan, serta pembinaan bahasa Indonesia bagi tenaga kerja asing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *