KENDARI, INFOBOMBANA.ID – Sumpah Pemuda tak selalu harus dikenang lewat upacara dan pembacaan ikrar. Semangat persatuan yang lahir pada 28 Oktober 1928 itu juga dapat diterjemahkan melalui kerja nyata: membantu masyarakat bangkit dari kesulitan ekonomi dan membangun kemandirian.
Semangat itulah yang diusung Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Perwakilan Sulawesi Tenggara bersama JNE Cabang Utama Kendari melalui program pemberdayaan ekonomi bertajuk Lapak Berkah. Program tersebut diwujudkan dengan penyerahan sarana usaha kepada Ibu Warna di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
Di balik gerobak, etalase kaca, dan perlengkapan berjualan yang diserahkan, tersimpan harapan agar penerima manfaat dapat mengembangkan usaha dan memperoleh penghasilan secara mandiri.
Kepala Cabang IZI Perwakilan Sulawesi Tenggara, Ramli, mengatakan semangat Sumpah Pemuda perlu diwujudkan melalui tindakan konkret yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Pemberdayaan ekonomi, menurut dia, menjadi salah satu jalan untuk mendorong perubahan, terutama bagi keluarga yang membutuhkan dukungan untuk mengembangkan usaha.
“Sumpah Pemuda mengajarkan kita untuk bersatu dan bergerak. Melalui Program Lapak Berkah yang disinergikan bersama JNE ini, kami ingin mengobarkan semangat berdikari. Ini adalah bentuk gotong royong modern untuk memerdekakan saudara-saudara kita dari ketergantungan ekonomi,” ujar Ramli di sela-sela penyerahan bantuan, Kamis (29/10/2026).
Bantuan sarana usaha itu diharapkan menjadi modal awal bagi Ibu Warna untuk menjalankan kegiatan ekonomi secara lebih terarah. Perlengkapan berjualan yang disediakan menjadi bagian dari upaya membuka kesempatan usaha bagi masyarakat kecil.
Bagi Ibu Warna, bantuan tersebut membawa harapan baru. Di samping gerobak yang dilengkapi perlengkapan berjualan, termos es, dan wadah saji, ia menyambut kesempatan itu dengan optimisme untuk menjemput rezeki melalui usaha yang dijalankannya.
Kolaborasi IZI Sultra dan JNE Kendari memperlihatkan bahwa pemberdayaan ekonomi dapat menjadi salah satu bentuk gotong royong yang relevan dengan tantangan masa kini. Bantuan tidak berhenti pada penyerahan fasilitas, tetapi diharapkan menjadi pijakan bagi penerima manfaat untuk mengembangkan usaha dan memperkuat kemandirian keluarga.
Lebih dari sekadar gerobak untuk berjualan, Lapak Berkah membawa pesan bahwa semangat Sumpah Pemuda dapat terus hidup melalui tindakan yang memberi kesempatan kepada sesama untuk bangkit.
Di Kendari, semangat itu menemukan wujudnya dalam sebuah ikhtiar sederhana: membantu seseorang membangun usaha, merawat harapan, dan berusaha berdiri di atas kaki sendiri.














