
Rumbia, Infobombana.id – Ruang Rapat Tina Orima, Kantor Bupati Bombana, Kamis (30/4/2026), menjadi penanda berakhirnya satu tahapan penting dalam siklus pengelolaan keuangan daerah. Pemerintah Kabupaten Bombana menutup rangkaian pemeriksaan terinci atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 melalui exit meeting yang menjadi ajang evaluasi dan penegasan komitmen perbaikan.
Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M. Si, didampingi Wakil Bupati Ahmad Yani, S. Pd., M. Si. Hadir pula perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Perwakilan Sulawesi Tenggara, La Ode Muhammad Falihin, yang selama proses audit mengawal jalannya pemeriksaan secara menyeluruh.
Suasana rapat berlangsung serius. Para kepala perangkat daerah yang memenuhi ruangan tampak menyimak setiap catatan dengan cermat. Exit meeting ini dipahami sebagai ruang terbuka untuk menilai sejauh mana tata kelola keuangan daerah telah berjalan sesuai prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Momentum ini sekaligus menandai berakhirnya pemeriksaan terinci, fase krusial dalam memastikan pengelolaan keuangan daerah berjalan di jalur yang tepat. Namun, lebih dari sekedar penutup, forum ini menjadi cermin atas capaian sekaligus ruang untuk mengidentifikasi kekurangan yang masih perlu dibenahi.
Dalam arahannya, Bupati Bombana menegaskan bahwa hasil pemeriksaan bukanlah garis akhir, melainkan pijakan untuk langkah berikutnya.
“Exit meeting ini bukan sekedar menjadi penutup dari proses pemeriksaan, namun menjadi momentum penting untuk memperbaiki kekurangan serta memperkuat sistem pengelolaan keuangan daerah yang lebih transparan dan akuntabel,” ujar Bupati.
Pernyataan tersebut menggarisbawahi pentingnya membangun kesadaran kolektif di seluruh perangkat daerah. Evaluasi yang dihasilkan tidak berhenti sebagai catatan administratif, tetapi harus diterjemahkan menjadi langkah konkret dalam memperbaiki sistem.
Bupati juga menekankan pentingnya respons cepat terhadap rekomendasi yang diberikan. Tindak lanjut yang tepat, termasuk langkah konsultatif, dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah secara berkelanjutan.
Di tengah dinamika pemerintahan yang terus bergerak, exit meeting ini menjadi semacam jeda reflektif, untuk menengok capaian, mengukur kelemahan, sekaligus merumuskan arah ke depan.
Pertemuan berlangsung lancar, namun pesan yang ditinggalkan melampaui durasi kegiatan. Ada komitmen yang ditegaskan, sekaligus tanggung jawab yang kembali dipertegas.
Di Bombana, pengelolaan keuangan daerah tak semata soal angka. Lebih dari itu, ini menyangkut kepercayaan publik, yang benar-benar harus dijaga, dirawat, dan dipertanggungjawabkan melalui tata kelola yang transparan dan akuntabel.














