Scroll untuk baca artikel
HUKUM

Video Kapolres Bombana Naik ke Mobil Orasi Viral, Polisi Beberkan Kronologi

16
×

Video Kapolres Bombana Naik ke Mobil Orasi Viral, Polisi Beberkan Kronologi

Sebarkan artikel ini

Rumbia, Infobombana.id – Video yang memperlihatkan Kapolres Bombana AKBP Eko Sutomo naik ke atas mobil pengeras suara saat aksi demonstrasi mahasiswa di Bundaran Tugu Brimob Kasipute, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, menjadi perbincangan di media sosial. Potongan video berdurasi singkat itu memunculkan beragam penafsiran, mulai dari tudingan tindakan represif hingga dukungan terhadap langkah aparat menjaga ketertiban.

Dalam rekaman yang beredar, Eko Sutomo tampak berdiri di atas kendaraan sound system demonstran dan mengambil alih mikrofon dari orator. Momen itulah yang kemudian viral dan memicu perdebatan publik mengenai batas kewenangan aparat dalam menangani aksi penyampaian pendapat di muka umum.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Bombana, Iptu Abdul Hakim, mengatakan peristiwa tersebut terjadi saat pengamanan aksi yang digelar Ikatan Mahasiswa Pemuda Pelajar Mataoleo Kendari Sulawesi Tenggara (IMPPERMOL Sultra), Selasa (2/6/2026).

Menurut Abdul Hakim, aksi yang berlangsung sekitar pukul 11.00 Wita itu diikuti sekitar 15 peserta yang menggunakan tiga unit sepeda motor dan satu unit mobil sound system sebagai sarana orasi.

“Pada saat aksi berlangsung, massa berencana melakukan pembakaran ban. Personel pengamanan kemudian mengimbau agar hal tersebut tidak dilakukan karena berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban umum,” kata Abdul Hakim dalam keterangan resminya, Kamis, 4 Juni 2026.

Polres juga menyebut situasi saat itu bertepatan dengan waktu menjelang azan Zuhur. Dari Masjid Raya Nurul Iman Kasipute telah terdengar lantunan salawat sehingga aparat meminta volume pengeras suara diturunkan agar tidak mengganggu aktivitas ibadah.

Namun, menurut Abdul Hakim, imbauan tersebut tidak diindahkan. Orator disebut tetap menyerukan pembakaran ban dan melanjutkan orasi menggunakan pengeras suara.

Dalam kondisi itulah, kata dia, Kapolres Bombana naik ke atas mobil sound system untuk mengamankan mikrofon sekaligus mengajak koordinator lapangan dan orator berdialog.

“Situasi sempat diwarnai adu argumen antara aparat dan peserta aksi. Namun kondisi tersebut tidak berlangsung lama dan dapat dikendalikan,” ujarnya.

Setelah ketegangan mereda, massa kembali melanjutkan demonstrasi menuju Kantor Bupati Bombana. Di lokasi itu, aspirasi mereka diterima Sekretaris Daerah Bombana, Ir. Syahrun.

Demonstrasi kemudian berlanjut ke Kantor DPRD Bombana. Massa menyampaikan tuntutan terkait rencana pembangunan jalan penghubung Kecamatan Mataoleo dan Kecamatan Poleang Timur. Aspirasi mereka diterima langsung Ketua DPRD Bombana, Iskandar, SP.

Polisi mencatat seluruh rangkaian aksi berakhir sekitar pukul 15.00 Wita tanpa bentrokan maupun kerusakan fasilitas umum. Menurut Abdul Hakim, tidak ada keberatan yang disampaikan peserta aksi kepada petugas pengamanan setelah kegiatan selesai.

“Bahkan setelah kegiatan berakhir, personel pengamanan dan peserta demonstrasi saling bersalaman sebagai bentuk penghormatan dan menjaga hubungan yang baik,” kata dia.

Meski demikian, video yang telanjur beredar luas terus memantik perdebatan. Sejumlah warganet mempertanyakan tindakan Kapolres yang naik ke kendaraan orasi demonstran dan mengambil mikrofon. Di sisi lain, kepolisian menegaskan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pencegahan pembakaran ban serta menjaga ketertiban umum dan kekhusyukan ibadah menjelang azan Zuhur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!