Scroll untuk baca artikel
HeadlineHUKUM

Pria 41 Tahun Ditemukan Meninggal di Dalam Rumah di Kabaena Selatan, Keluarga Tolak Autopsi

134
×

Pria 41 Tahun Ditemukan Meninggal di Dalam Rumah di Kabaena Selatan, Keluarga Tolak Autopsi

Sebarkan artikel ini

Kabaena, Infobombana.id – Warga Desa Langkema, Kecamatan Kabaena Selatan, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, digegerkan dengan penemuan seorang pria dalam kondisi meninggal dunia di dalam rumahnya, Jumat (12/6/2026).

Korban diketahui berinisial FS (41), seorang wiraswasta yang tinggal seorang diri di Desa Langkema. Saat ditemukan, kondisi jenazah sudah membengkak dan dikerumuni lalat, diduga telah meninggal dunia sekitar dua hari sebelum ditemukan.

Kapolsek Kabaena IPTU Indra Jaya mengatakan, penemuan jenazah berawal dari kecurigaan warga yang sudah beberapa hari tidak melihat aktivitas korban.

Berdasarkan keterangan saksi, korban terakhir kali terlihat pada Rabu (10/6/2026) sekitar pukul 10.30 WITA saat berada di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Langkema untuk menggali kubur. Namun setelah itu, korban tidak lagi terlihat beraktivitas seperti biasanya.

Pada sore hingga malam hari, sejumlah warga sempat mendatangi rumah korban dan memanggil namanya. Meski lampu rumah masih menyala serta pintu dan jendela dalam keadaan terbuka, tidak ada respons dari dalam rumah.

Kecurigaan semakin menguat ketika hingga Jumat pagi korban juga tidak terlihat. Sejumlah warga kemudian berinisiatif mengecek keberadaannya.

“Saat warga mendatangi rumah korban, mereka melihat banyak lalat berkerumun di sekitar pintu dan jendela rumah sehingga memutuskan memanggil orang tua korban untuk membuka pintu,” ujar IPTU Indra Jaya dalam laporan resminya di Hummas Polres Bombana,

Setelah pintu dibuka oleh ayah korban, korban ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam kamar tidur, terbaring di atas kasur.

Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Kabaena yang dipimpin Wakapolsek langsung mendatangi lokasi untuk melakukan identifikasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan tidak ditemukan tanda-tanda yang mengarah pada tindak kekerasan. Korban ditemukan mengenakan celana dalam berwarna biru dan handuk.

Dari hasil penyelidikan sementara, keluarga dan warga sekitar menyebut korban dikenal sebagai pekerja keras yang sehari-hari bekerja serabutan. Korban juga diketahui sering begadang pada malam hari.

Polisi menduga korban telah meninggal dunia sekitar dua hari sebelum ditemukan. Namun demikian, penyebab pasti kematian tidak dapat dipastikan karena pihak keluarga menolak dilakukan visum maupun autopsi.

“Keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menyatakan keberatan dilakukan autopsi. Mereka juga telah membuat surat pernyataan penolakan serta berita acara penolakan autopsi,” kata IPTU Indra Jaya.

Setelah proses identifikasi selesai, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Polsek Kabaena menyatakan telah melakukan serangkaian tindakan kepolisian, mulai dari pengamanan lokasi, olah TKP, pemeriksaan saksi hingga penyusunan laporan lengkap terkait peristiwa tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!