Scroll untuk baca artikel
HeadlineHUKUM

Dua Polwan Asal Sultra Berangkat ke Afrika Tengah, Bawa Misi Perdamaian PBB

341
×

Dua Polwan Asal Sultra Berangkat ke Afrika Tengah, Bawa Misi Perdamaian PBB

Sebarkan artikel ini

KENDARI, INFOBOMBANA.ID – Dua polisi wanita (Polwan) asal Sulawesi Tenggara (Sultra), Brigpol Dwi Nurruhmah Muntalib, S.H., M.H. dan Briptu Azalya, S.H., mendapat kepercayaan menjalankan misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Republik Afrika Tengah.

Keduanya terpilih sebagai bagian dari kontingen Formed Police Unit (FPU) 8 dalam misi United Nations Multidimensional Integrated Stabilization Mission in the Central African Republic (MINUSCA).

Penugasan tersebut menjadi bagian dari misi internasional Polri untuk mendukung upaya pemeliharaan keamanan dan kemanusiaan di Republik Afrika Tengah.

Brigpol Dwi Nurruhmah Muntalib memiliki catatan prestasi tersendiri. Ia tercatat sebagai salah satu lulusan Polwan terbaik dan berhasil melewati proses seleksi untuk bergabung dalam misi internasional tersebut.

Sementara itu, Briptu Azalya juga dipercaya menjadi bagian dari kontingen yang akan menjalankan tugas di bawah mandat PBB.

Keduanya dijadwalkan menjalankan tugas selama sekitar 12 hingga 14 bulan di Bangui, ibu kota Republik Afrika Tengah, yang menjadi salah satu wilayah penugasan misi PBB.

Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Irjen Pol Untung Widyatmoko mengatakan para personel yang terpilih akan menjalankan tugas di Bangui.

“Para personel akan dikirim ke Afrika Tengah, tepatnya di Bangui yang merupakan daerah tugas PBB,” ujar Untung saat prosesi pembaretan di kawasan Gumuk Pasir, Parangtritis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pada seleksi tahun ini, sebanyak sembilan personel dari Polda Sultra terpilih masuk dalam kontingen FPU 8 MINUSCA. Mereka terdiri dari tujuh polisi laki-laki dan dua polisi wanita.

Keberangkatan dua Polwan tersebut sekaligus memperlihatkan keterlibatan personel asal Sulawesi Tenggara dalam misi kepolisian internasional.

Dari Sulawesi Tenggara, Dwi Nurruhmah dan Azalya kini membawa tugas yang lebih luas, yakni menjalankan pengabdian dalam misi perdamaian internasional di Afrika Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *