
KENDARI, INFOBOMBANA.ID – Upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat terus dilakukan LAZISMU Sultra ( Lembaga Amil Zakat, Infak, Sedekah Muhammadiyah, Sulawesi Tenggara). Bersama sejumlah mitra strategis, lembaga filantropi tersebut menggelar pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, hingga pemeriksaan kesehatan jiwa di The Park Mall Kendari, Minggu (28/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 13.00 hingga 17.00 WITA itu disambut antusias masyarakat. Ratusan warga memanfaatkan layanan kesehatan tanpa dipungut biaya, mulai dari pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, konsultasi medis, edukasi pola hidup sehat, hingga pemeriksaan kesehatan mental.
Program ini merupakan hasil kolaborasi LAZISMU Sultra dengan RSUD Bahteramas Provinsi Sultra, Universitas Mandala Waluya, Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Sultra Balai Bahasa Sultra, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sultra ASOKA Sultra, serta organisasi otonom Muhammadiyah.
Ketua LAZISMU Sultra, Dr. Abdul Hamid, S.Pd., M.M., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata komitmen lembaganya dalam menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat melalui layanan kesehatan yang mudah dijangkau.
Menurutnya, LAZISMU tidak hanya berperan dalam menghimpun dan menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga terus mengembangkan program kemanusiaan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
“LAZISMU tidak hanya berfokus pada penghimpunan dan penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga menghadirkan program-program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk semakin peduli terhadap kesehatan diri, kesehatan mental, dan kepedulian sosial melalui donor darah,” ujar Abdul Hamid.
Layanan kesehatan dalam kegiatan tersebut ditangani tenaga medis profesional dari RSUD Bahteramas Sulawesi Tenggara yang didukung dosen dan mahasiswa Universitas Mandala Waluya. Kolaborasi antara praktisi kesehatan dan kalangan akademisi itu memungkinkan masyarakat memperoleh pemeriksaan kesehatan dasar sekaligus edukasi mengenai pencegahan berbagai penyakit.
Salah satu layanan yang menjadi perhatian ialah pemeriksaan kesehatan jiwa. Warga diberikan kesempatan berkonsultasi dengan tenaga profesional mengenai kondisi psikologis, tingkat stres, hingga kesehatan mental secara umum.
Menurut penyelenggara, layanan tersebut dihadirkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran bahwa kesehatan mental memiliki peran yang sama pentingnya dengan kesehatan fisik dan perlu mendapat perhatian sejak dini.
Tak hanya itu, aksi donor darah juga menjadi bagian penting dalam kegiatan kemanusiaan tersebut. Sebanyak 64 kantong darah berhasil dikumpulkan dari mahasiswa, pegawai instansi pemerintah, warga Muhammadiyah, hingga masyarakat umum. Darah yang terkumpul diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan stok darah bagi pasien yang membutuhkan transfusi.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kelompok rentan, LAZISMU Sultra turut mengundang penyandang tunanetra untuk mengikuti kegiatan tersebut. Pada kesempatan itu, lembaga tersebut menyerahkan bingkisan sebagai bentuk perhatian sekaligus memperkuat semangat inklusivitas agar manfaat kegiatan dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
Sementara itu, Universitas Mandala Waluya menilai keterlibatan sivitas akademika dalam kegiatan tersebut menjadi implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman praktik pelayanan kesehatan, tetapi juga mengasah kepedulian sosial melalui interaksi langsung dengan masyarakat.
Menutup kegiatan, Abdul Hamid menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra, tenaga kesehatan, relawan, dan masyarakat yang telah berpartisipasi.
“Kolaborasi adalah kekuatan. Ketika lembaga zakat, rumah sakit, perguruan tinggi, instansi pemerintah, organisasi profesi, dan organisasi kemasyarakatan bersatu, maka manfaat yang dirasakan masyarakat akan semakin luas. Semoga semangat berbagi, melayani, dan peduli terhadap sesama terus tumbuh demi mewujudkan masyarakat Sultra yang sehat, produktif, dan berdaya,” katanya.
LAZISMU Sultra berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya memperluas pelayanan kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat budaya gotong royong dalam membangun kualitas hidup warga Sulawesi Tenggara.














