Scroll untuk baca artikel
HUKUMPendidikan

Lima Mahasiswa Terjebak Air Pasang Saat Riset Mangrove di Bombana

639
×

Lima Mahasiswa Terjebak Air Pasang Saat Riset Mangrove di Bombana

Sebarkan artikel ini

RUMBIA, INFOBOMBANA.ID – Lima mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Halu Oleo (UHO) terjebak air pasang saat melakukan penelitian ekosistem hutan mangrove di Pantai Desa Lameo-Meong, Kecamatan Poleang Barat, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, Rabu,(30/9/2026).

Kelima mahasiswa tersebut akhirnya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat oleh personel Polsek Poleang Barat bersama warga pesisir menggunakan empat unit perahu.

Kapolsek Poleang Barat IPDA Muh. Yusri, S.H., CCLS bersama empat personel kepolisian dan enam warga melakukan proses evakuasi sekitar pukul 15.30 Wita.

Kelima mahasiswa itu yakni Asis Rohman, Jessica Evelyn, dan Arya Adinata dari UGM serta Gilang Ramadhan dan Afdal dari UHO.

“Peristiwa bermula sekitar pukul 11.00 Wita. Kelima mahasiswa tersebut menuju kawasan Pantai Desa Lameo-Meong untuk melakukan penelitian ekosistem hutan mangrove, ” ujar Kapolsek Poleang.

Selanjutnya, para Mahasiswa tetaebut menyusuri kawasan mangrove dengan berjalan kaki ketika kondisi air laut sedang surut.

Namun, hingga sekitar pukul 15.30 Wita, kelimanya menyadari air laut telah kembali pasang. Kondisi tersebut membuat mereka tidak dapat kembali ke daratan melalui jalur yang sebelumnya dilewati.

“Kelima mahasiswa kemudian meminta bantuan kepada masyarakat Desa Lameo-Meong melalui sambungan telepon, ” terang Muh. Yusri.

Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada Polsek Poleang Barat. Kapolsek bersama personel dan warga segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.

Petugas dan warga menggunakan empat unit perahu untuk menjangkau lokasi kelima mahasiswa. Mereka kemudian dievakuasi menuju tempat yang aman. Seluruh mahasiswa berhasil dievakuasi tanpa mengalami korban jiwa.

Kapolsek menambahkan, kepolisian menyatakan langkah evakuasi dilakukan secepat mungkin untuk mencegah munculnya korban akibat kondisi air pasang dan risiko mahasiswa terjebak lebih lama di kawasan pesisir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *