
Rumbia, Infobombana.id – Kabar duka datang dari penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. Dokter pendamping Jamaah Haji Kloter 38, dr. Fitri, meninggal dunia di Tanah Suci saat menjalankan tugas sebagai petugas kesehatan haji.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bombana, H. Surahman, S.H.I., menyampaikan rasa duka mendalam atas wafatnya tenaga kesehatan yang selama ini mendampingi jamaah haji asal Sulawesi Tenggara.
“Kita semua merasa turut berduka, khususnya masyarakat dan jamaah haji Kabupaten Bombana, karena dokter yang mendampingi Jamaah Kloter 38 meninggal dunia di Tanah Suci Makkah dalam keadaan menjalankan tugas,” kata Surahman saat diwawancarai, Kamis (18/6/2026).
Menurut Surahman, almarhumah dr. Fitri merupakan dokter yang bertugas mendampingi Jamaah Haji Kloter 38 yang beranggotakan jamaah dari Kabupaten Bombana, Kota Baubau, Kabupaten Muna, Muna Barat, Konawe Utara, Buton Tengah, dan Buton Selatan.
Ia mengatakan, keberadaan petugas kesehatan menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan ibadah haji, mengingat tingginya aktivitas fisik dan potensi gangguan kesehatan yang dialami jamaah selama berada di Tanah Suci.
“Alhamdulillah, berbagai kondisi kesehatan jamaah dapat ditangani dengan baik berkat kerja sama petugas kesehatan, perawat, pembimbing ibadah, dan seluruh petugas kloter,” ujarnya.
Surahman juga mengajak masyarakat untuk mendoakan almarhumah dr. Fitri yang wafat saat menjalankan tugas kemanusiaan dan pengabdian kepada para tamu Allah.
“Beliau mengabdikan diri untuk melayani jamaah haji hingga akhir hayatnya. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah dan pengabdiannya serta memberikan tempat terbaik di sisi-Nya,” tuturnya.
Selain menyampaikan belasungkawa, Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bombana mengimbau masyarakat untuk terus mendoakan kelancaran proses pemulangan jamaah haji Kloter 38, sehingga seluruh jamaah dapat kembali ke tanah air dan ke kampung halaman dengan selamat.














