Scroll untuk baca artikel
PendidikanBeritaEkobisInspirasi

Hari Anak Nasional 2026, KPR Silika Perkuat Kolaborasi Multipihak Dukung Perlindungan Anak dan SDGs

4
×

Hari Anak Nasional 2026, KPR Silika Perkuat Kolaborasi Multipihak Dukung Perlindungan Anak dan SDGs

Sebarkan artikel ini

RUMBIA, INFOBOMBANA.ID – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 di Kabupaten Bombana menjadi momentum memperkuat sinergi antara dunia pendidikan, keluarga, pemerintah, dan dunia usaha dalam mendukung perlindungan anak serta pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Pentas Seni dan Seminar Hari Anak Nasional yang digelar SD Negeri 92 Laea bersama PT Kasmar Poleang Raya (KPR Silika) di Gedung Serbaguna Kecamatan Poleang Selatan, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan yang mengusung tema nasional “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” itu menjadi peringatan Hari Anak Nasional pertama yang digelar di wilayah Poleang Selatan.

Superintendent External Relations KPR Silika, Ishak Salu Pasamba, mengatakan perusahaan memandang investasi terhadap kualitas sumber daya manusia harus dimulai sejak usia dini melalui dukungan terhadap pendidikan dan penguatan pola asuh yang memberikan perlindungan bagi anak.

“Hari Anak Nasional merupakan momentum untuk memperkuat komitmen bersama bahwa setiap anak berhak tumbuh di lingkungan yang aman, sehat, dan penuh kasih sayang. Kami percaya kolaborasi antara sekolah, orang tua, pemerintah, dan dunia usaha dapat menciptakan ekosistem yang mendukung tumbuh kembang anak. Anak-anak hari ini akan menentukan masa depan Bombana dan Indonesia,” ujar Ishak.

Menurutnya, KPR Silika berkomitmen menghadirkan nilai sosial yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui program pendidikan, penguatan pengasuhan, dan pengembangan kapasitas generasi muda.

Ia menambahkan, program tersebut sekaligus menjadi bagian dari kontribusi perusahaan terhadap pencapaian SDGs, khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, serta SDG 17 mengenai Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala SD Negeri 92 Laea, Jumriana, S.Pd.Gr, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin bersama KPR Silika. Menurutnya, anak-anak di Poleang Selatan memiliki potensi besar yang perlu didukung melalui ruang berekspresi dan pendidikan karakter yang berkelanjutan.

“Kolaborasi seperti ini membuat kami optimistis pendidikan karakter dapat tumbuh lebih kuat dan berdampak positif terhadap perkembangan peserta didik ke depan,” katanya.

Apresiasi serupa disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Bombana, Mappatang, S.Pi, yang menilai sinergi antara perusahaan, sekolah, dan pemerintah menjadi contoh baik dalam membangun ekosistem perlindungan anak.

Ia menegaskan, pendidikan yang berkualitas harus berjalan seiring dengan upaya mencegah kekerasan terhadap anak sejak usia dini hingga jenjang pendidikan tinggi.

“Hari ini kita melihat anak-anak memperoleh ruang untuk mengekspresikan potensinya melalui seni, sementara guru dan orang tua mendapatkan tambahan wawasan mengenai pola pengasuhan yang positif. Pendekatan seperti ini perlu terus diperkuat,” ujar Mappatang.

Kegiatan yang dihadiri sekitar 150 peserta tersebut diawali dengan pentas seni yang menampilkan tari kreasi, Zapin Melayu, dongeng, dan pembacaan puisi oleh para siswa. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan seminar bertema “Sinergi Guru dan Orang Tua Dalam Mewujudkan Anak Terlindungi Menuju Indonesia Maju” yang membahas pentingnya komunikasi, pola asuh positif, dan kemitraan antara keluarga serta sekolah dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak.

Acara turut dihadiri perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Bombana, DP3A Kabupaten Bombana, Camat Poleang Selatan, koordinator pengawas pendidikan, kepala sekolah di Kecamatan Poleang Selatan, para guru, orang tua murid, serta siswa SD Negeri 92 Laea. Dukungan lintas sektor tersebut menjadi simbol komitmen bersama untuk mewujudkan generasi Bombana yang sehat, terlindungi, dan berdaya saing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *