Scroll untuk baca artikel
HUKUMSosial

Karhutla 13 Hektare di Bombana, Polisi Kerahkan Water Cannon untuk Padamkan Api

97
×

Karhutla 13 Hektare di Bombana, Polisi Kerahkan Water Cannon untuk Padamkan Api

Sebarkan artikel ini

RUMBIA, INFOBOMBANA.ID Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda area persawahan dan perkebunan masyarakat di Desa Watu-Watu dan Desa Langkowala, Kecamatan Lantari Jaya, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, Senin (14/9/2026).

Kebakaran yang diketahui sekitar pukul 08.30 Wita itu diperkirakan menghanguskan lahan seluas sekitar 13 hektare.

Kondisi angin yang cukup kencang serta banyaknya jerami dan daun pohon jati kering membuat api sulit dikendalikan. Situasi tersebut mendorong Polsek Lantari Jaya bergerak cepat meminta bantuan Water Cannon dari Polres Bombana.

Kapolsek Lantari Jaya IPTU Prasetyo Nento, S.H., M.H., C.P.M. mengatakan, bantuan tersebut diperlukan untuk memperkuat upaya pemadaman di sejumlah titik api yang tersebar di area cukup luas.

Selain Water Cannon Polres Bombana, satu unit mobil water tank milik PT JBM dan 10 sepeda motor turut dikerahkan untuk mendukung mobilitas personel selama proses pemadaman.

“Pemadaman melibatkan personel Polri, TNI dan karyawan PT JBM. Petugas berupaya mengendalikan api agar tidak merambat ke permukiman maupun lahan masyarakat di sekitar lokasi, ” kata Kapolsek Prasetyo Nento.

Lanjutmya, dalam kejadian tersebut, api sempat merambat hingga membakar satu rumah pondok kebun milik warga dan satu gedung walet.

“Proses pemadaman berlangsung sekitar empat jam. Titik-titik api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar pukul 12.30 Wita,” ujarmya.

Meski api telah padam, personel Polsek Lantari Jaya bersama unsur terkait masih melakukan pemantauan dan pendinginan di lokasi. Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

“Kami langsung berkoordinasi dan meminta bantuan Water Cannon Polres Bombana karena melihat kondisi api yang cukup luas dan dipengaruhi angin kencang. Alhamdulillah, dengan bantuan seluruh pihak, api dapat segera dikendalikan dan dipadamkan,” ujar Prasetyo.

Olehnya itu, Kapolsek Lantari Jaya mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, terutama ketika kondisi lahan kering dan mudah terbakar.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Apabila menemukan titik api, segera laporkan kepada pihak Kepolisian atau pemerintah setempat agar dapat ditangani dengan cepat sebelum api meluas,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *