Scroll untuk baca artikel
PendidikanBeritaKesehatan

SMA Negeri 3 Bombana Cegah Bullying dan Narkoba, Bidik Prestasi Lewat Kelas Unggulan

214
×

SMA Negeri 3 Bombana Cegah Bullying dan Narkoba, Bidik Prestasi Lewat Kelas Unggulan

Sebarkan artikel ini
Kepala SMAN 3 Bombana, Andi Dewi Kusumawati, S. Pd., M. Pd

RUMBIA, INFOBOMBANA.ID– SMA Negeri 3 Bombana, Sulawesi Tenggara, memperkuat upaya pencegahan perundungan (bullying) dan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah. Selain itu, sekolah tersebut menyiapkan pembentukan kelas unggulan untuk meningkatkan prestasi akademik dan nonakademik siswa.

Kepala SMA Negeri 3 Bombana, Andi Dewi Kusumawati, S.Pd., M.Pd., mengatakan pihaknya berupaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman melalui penerapan konsep sekolah ramah anak.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah melibatkan guru dan siswa dalam upaya pencegahan perundungan. Sekolah telah memiliki guru fasilitator antiperundungan serta agen pembaharu dari kalangan siswa.

Agen pembaharu tersebut diharapkan berperan aktif dalam melaporkan dugaan perundungan kepada Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK).

“Jika ada bullying di sekolah, agen pembaharu ini yang akan melapor ke tim TPPK,” kata Andi Dewi saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (2/11/2026).

Selain itu, sekolah mengoptimalkan peran guru bimbingan dan konseling (BK) untuk melakukan pendekatan kepada siswa yang diduga mengalami perundungan.

Pendekatan tersebut dinilai penting karena tidak semua siswa berani menceritakan persoalan yang dialaminya, baik kepada guru maupun pihak sekolah.

Melalui pendampingan yang lebih intensif, sekolah berupaya mengenali perubahan perilaku siswa dan memberikan ruang bagi mereka untuk menyampaikan persoalan yang dihadapi.

Perkuat pengawasan terhadap narkoba

Selain perundungan, penyalahgunaan narkoba menjadi perhatian pihak sekolah. Upaya pencegahan dilakukan melalui edukasi kepada siswa agar tidak terpengaruh lingkungan yang berpotensi membawa mereka pada penyalahgunaan narkoba.

Sekolah juga mengoptimalkan peran Patroli Keamanan Sekolah (PKS) untuk membantu mengawasi aktivitas siswa dan melaporkan hal-hal yang dianggap mencurigakan kepada pembina atau bagian kesiswaan.

Pengawasan turut dilakukan oleh petugas keamanan sekolah, termasuk untuk mengantisipasi keberadaan orang yang mencurigakan di sekitar lingkungan sekolah di luar jam belajar.

Andi Dewi mengapresiasi dukungan kepolisian yang dinilai responsif ketika sekolah membutuhkan bantuan dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

Meski demikian, ia mengakui bahwa sekolah belum melakukan tes narkoba terhadap siswa.

Ke depan, kata dia, pihaknya berencana menjalin nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan Dinas Kesehatan. Kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) juga menjadi opsi apabila terdapat informasi atau indikasi keterlibatan siswa dalam penyalahgunaan narkoba.

“Kalau ada siswa yang mencurigakan atau ada informasi dari masyarakat, ada siswa SMA yang terlibat, kami akan bekerja sama dengan pihak kesehatan atau BNN,” ujarnya.

Siapkan kelas unggulan

Di bidang pendidikan, SMA Negeri 3 Bombana menyiapkan pembentukan kelas unggulan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan prestasi siswa.

Andi Dewi mengatakan rencana tersebut sejalan dengan target yang diberikan Gubernur Sulawesi Tenggara kepada sekolah-sekolah unggulan di daerah itu.

Pembentukan kelas unggulan direncanakan melalui seleksi siswa kelas X dan XI. Tidak hanya siswa, guru yang akan mengajar di kelas tersebut juga akan melalui proses seleksi.

Menurut dia, kebijakan itu bukan bertujuan memisahkan siswa berdasarkan kemampuan, melainkan memberikan ruang pembelajaran yang lebih terarah bagi siswa yang memiliki potensi akademik dan nonakademik.

“Bukan kami mau memisahkan atau apa, tapi supaya sekolah SMA 3 ini, karena merupakan sekolah favorit di Bombana, agar prestasi akademik dan nonakademik itu bisa konsisten dan bisa berlangsung,” katanya.

Melalui kelas unggulan tersebut, sekolah menargetkan siswa dapat mengembangkan kemampuan akademik sekaligus mempersiapkan diri melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri maupun sekolah kedinasan.

Meski demikian, sistem pembelajaran tetap mengacu pada kurikulum nasional dengan pendekatan pembelajaran yang dirancang untuk mendukung pencapaian prestasi siswa.

Rencana pembentukan kelas unggulan itu diharapkan menjadi salah satu langkah SMA Negeri 3 Bombana dalam meningkatkan mutu pendidikan, sekaligus membangun lingkungan belajar yang aman dan mendukung perkembangan siswa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *