KENDARI, INFOBOMBANA. ID – Momentum Hari Santri Nasional di Sulawesi Tenggara tahun ini diwarnai oleh sebuah langkah nyata dalam merawat masa depan generasi muda penjaga Al Qur’an. Melalui IZI Sultra JNE Cabang Utama Kendari menyalurkan program Beasiswa Tahfidz Yatim & Dhuafa.
Program ini dirancang khusus untuk meringankan beban sekaligus memberikan dukungan penuh kepada anak-anak yatim dan dhuafa yang tengah berjuang menghafal Ayat Suci Al Qur’an. Di tengah keterbatasan ekonomi, kehadiran beasiswa ini menjadi angin segar bagi para santri agar bisa fokus menimba ilmu tanpa harus cemas memikirkan biaya pendidikan dan kebutuhan sehari-hari.
Penyaluran program ini tidak sekadar menjadi seremonial serah terima bantuan, melainkan sebuah wujud komitmen jangka panjang antara sektor swasta dan lembaga filantropi dalam memajukan pendidikan Islam di bumi anoa. Raut kebahagiaan tampak jelas terpancar dari wajah Ibrahim, salah seorang santri penerima manfaat yang hadir dalam momen penyaluran tersebut. Bagi Ibrahim, dukungan beasiswa ini menjadi suntikan motivasi tersendiri untuk terus giat menghafal dan memperdalam ilmu agama di tengah keterbatasan yang ia miliki.
Pimpinan Cabang IZI Sulawesi Tenggara, Ramli, mengungkapkan bahwa program ini berakar dari keprihatinan mendalam terhadap potensi besar anak-anak yatim dan dhuafa di Sultra yang memiliki semangat tinggi dalam menghafal Al-Qur’an.
“Dengan adanya dukungan fasilitas dan sokongan finansial kolaborasi JNE dan IZI melalui beasiswa ini, diharapkan lahir para hafizh dan hafizhah yang berakhlak mulia, cerdas, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat luas di masa depan” Ujar Ramli
Kolaborasi antara JNE Kendari dan IZI Sultra ini diharapkan dapat menginspirasi berbagai pihak lain untuk turut ambil bagian dalam memajukan pendidikan keagamaan. Hari Santri Nasional bukan sekadar perayaan historis, melainkan momentum kolektif untuk membuktikan bahwa negara dan masyarakat hadir mendampingi para santri—terutama mereka yang kurang mampu—dalam menapaki jalan ilmu.
Melalui sinergi ini, asa para santri yatim dan dhuafa di Sulawesi Tenggara, termasuk Ibrahim dan kawan-kawan, untuk menggapai cita-cita mulia kini terasa semakin dekat. Langkah kecil dari Kendari ini diharapkan mampu menggema luas, membawa berkah, serta mencetak generasi Qurani yang tangguh dan mandiri.














