Rumbia, Infobombana.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar), dan perwakilan mahasiswa, di Aula Rapat DPRD setempat, Selasa (3/2/2025).
Diskusi ini menyoroti persoalan klasik tentang minimnya armada, termasuk sarana Damkar yang kerap membuat api sudah membesar saat petugas tiba di lokasi. Kepala Bidang Damkar Bombana, Waridin Amdin, secara terbuka mengakui kondisi ini.
“Bombana hanya memiliki lima unit mobil pemadam kebakaran dan tiga unit pemadam roda tiga. Dengan wilayah yang luas dan kepulauan seperti Kabaena, respons cepat menjadi tantangan besar,” ujarnya di depan anggota DPRD.
Waridin menambahkan, kelembagaan Damkar yang masih berada di bawah Satpol PP juga membatasi pengembangan organisasi dan akses bantuan dari pemerintah pusat.
“Kalau Damkar menjadi OPD mandiri, manajemen, anggaran, dan pembentukan unit di kecamatan bisa lebih optimal. Saat ini, kami sepenuhnya bergantung pada APBD Kabupaten Bombana, yang tengah mengalami penurunan, Proses birokrasi tidak boleh mengorbankan keselamatan masyarakat. Solusi jangka pendek dan kebijakan jangka panjang harus berjalan beriringan,” ujar Waridin.
Menanggapi hal ini, DPRD melalui Fraksi Kebangkitan Bulan Bintang mengusulkan langkah konkret darurat yang bisa dirasakan masyarakat. Yudi Utama Arsyad dan Nur Kholis menekankan pentingnya mitigasi cepat, yakni pengadaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di setiap desa dan kelurahan.
“Jika APAR tersedia, masyarakat bisa melakukan penanganan awal sebelum mobil damkar tiba. Ini penting untuk menahan laju api,” kata Nur Kholis. Rencana pengadaan APAR ini akan diusulkan masuk dalam APBD Perubahan 2026.
RDP tersebut menegaskan komitmen DPRD Bombana menghadirkan solusi nyata: mengawal penguatan anggaran, mendorong percepatan pembentukan Damkar mandiri, dan memastikan layanan pemadaman lebih cepat dan profesional. Semua pihak sepakat bahwa keselamatan warga harus menjadi prioritas, meski proses birokrasi berjalan lambat.














