BirokrasiHeadlineInspirasiPendidikanSosial

Penantian 13 Tahun Mengantar Sri Iriana Irwan Menjadi Jemaah Haji Termuda Bombana

255
×

Penantian 13 Tahun Mengantar Sri Iriana Irwan Menjadi Jemaah Haji Termuda Bombana

Sebarkan artikel ini
Sri Iriana Irwan

Rumbia, Infobombana.id – Di antara derap langkah para calon jemaah haji yang memenuhi pelataran Masjid Agung Nurul Iman, ada satu nama yang tumbuh seperti tunas muda di tengah barisan panjang para tamu Allah. Namanya Sri Iriana Irwan, perempuan 26 tahun asal Kelurahan Sikeli, Kecamatan Kabaena Barat, Kabupaten Bombana. Tahun ini, ia menjadi calon jemaah haji termuda asal Bombana.

Namun perjalanan Sri menuju Tanah Suci tidak lahir dari sesuatu yang tiba-tiba. Ia tumbuh bersama waktu yang panjang, 13 tahun penantian yang diam-diam dirawat dalam doa kedua orang tuanya.

Pada tahun 2013, saat teman-teman seusianya masih sibuk memikirkan pelajaran sekolah dan permainan masa remaja, nama Sri telah lebih dulu masuk dalam antrean haji. Kala itu ia masih duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah. Orang tuanya menanam harapan jauh sebelum anak mereka benar-benar memahami betapa panjang jalan menuju Baitullah.

Kini, penantian itu menjelma kenyataan

Di wajah Sri tidak tampak kemewahan cerita. Yang hadir justru kesederhanaan seorang anak muda yang tumbuh bersama kesabaran. Ia seperti mewakili keyakinan bahwa impian besar tidak selalu lahir dari langkah tergesa-gesa, tetapi dari niat yang dijaga lama dan kesungguhan yang dipelihara perlahan.

“Alhamdulillah, saya tidak sangka bisa berada di posisi ini sebagai jemaah haji termuda,” ujarnya selepas prosesi pelepasan calon jemaah haji Bombana, Sabtu (16/5/2026).

Bagi Sri, keberangkatan ini bukan sekedar perjalanan ribuan kilometer menuju Tanah Suci. Ada jejak kasih orang tua yang mengiringi setiap langkahnya. Ada keyakinan yang ditanam sejak kecil bahwa berhaji bukan hanya milik mereka yang telah menua, tetapi juga mereka yang mau mempersiapkan diri sejak muda.

Di usia ketika banyak anak muda masih mencari arah hidup, Sri justru sedang bersiap memenuhi panggilan suci. Ia memahami bahwa ibadah haji bukan perjalanan biasa. Dibutuhkan fisik yang kuat, hati yang lapang, dan iman yang teguh untuk melewati setiap rangkaian ibadah.

“Yang paling utama itu kesiapan fisik dan iman. Insya Allah mudah-mudahan Allah mudahkan semua,” katanya pelan.

Kisah Sri seperti mengingatkan bahwa waktu tidak pernah mengkhianati niat baik. Tiga belas tahun mungkin terasa panjang bagi sebagian orang, tetapi bagi keluarga Sri, waktu itu adalah cara Tuhan menumbuhkan kesabaran sekaligus mematangkan harapan.

Di tengah lautan manusia yang akan berangkat ke Tanah Suci tahun ini, Sri hadir membawa pesan sederhana: bahwa mimpi besar bisa dimulai sejak muda, bahkan sejak usia sekolah. Sebab terkadang, masa depan tidak dibangun oleh langkah yang besar, melainkan oleh doa-doa kecil yang dipelihara dengan sabar dari rumah sederhana di sudut daerah.

Pemerintah Kabupaten Bombana sendiri melepas 127 calon jemaah haji dalam suasana khidmat di Masjid Agung Nurul Iman. Acara tersebut dihadiri Bupati Bombana, Sekretaris Daerah, jajaran kepala OPD, pihak Kementerian Agama, Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Bombana serta keluarga para jemaah yang mengantar dengan penuh doa dan harapan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!