HeadlineHUKUM

Longsor di Tambang Ilegal Bombana, Tewaskan Penambang hingga Picu Evakuasi Dramatis

47
×

Longsor di Tambang Ilegal Bombana, Tewaskan Penambang hingga Picu Evakuasi Dramatis

Sebarkan artikel ini

Rumbia, Infobombana.id – Aktivitas penambangan emas tanpa izin kini memakan korban. Tanah longsor yang terjadi di Desa Wumbubangka, Kecamatan Rarowatu Utara, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, menewaskan seorang penambang dan melukai sejumlah lainnya, dalam peristiwa yang berlangsung Senin (6/4/2026).

Longsor terjadi sekitar pukul 17.00 Wita di lubang galian material yang dikelola secara swadaya oleh warga. Tanpa sistem pengamanan memadai, tebing tanah tiba-tiba runtuh dan menimbun para pekerja yang berada di dalam lubang.

Sejumlah korban langsung tertimbun material. Kepanikan pun tak terhindarkan. Warga bersama personel Polsek Lantari Jaya bergegas menuju lokasi untuk melakukan evakuasi darurat dengan peralatan seadanya di tengah kondisi medan yang sulit.

Dalam upaya awal itu, satu korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara satu korban lainnya berhasil dievakuasi dalam keadaan kritis dan segera dilarikan ke RSUD Tanduale untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

Namun situasi belum sepenuhnya terkendali. Beberapa korban lainnya dilaporkan mengalami luka-luka, dan satu orang sempat dinyatakan hilang karena diduga masih tertimbun material longsoran.

Upaya pencarian sempat dilakukan hingga malam hari, namun hujan deras dan minimnya peralatan memaksa tim menghentikan proses evakuasi sementara demi keselamatan.

Pencarian dilanjutkan keesokan harinya, Selasa, 7 April 2026, sekitar pukul 07.30 Wita. Kali ini, tim gabungan dibantu alat berat jenis excavator untuk mempercepat proses penggalian.

Hasilnya, pada pukul 09.17 Wita, korban terakhir yang sebelumnya tertimbun berhasil ditemukan. Jenazah kemudian dievakuasi ke rumah warga terdekat sebelum diberangkatkan ke rumah duka menggunakan ambulans.

Kapolsek Lantari Jaya, IPTU Prasetyo Nento, mengatakan keberhasilan evakuasi tidak lepas dari kerja sama antara aparat kepolisian dan masyarakat setempat.

“Alhamdulillah, seluruh korban berhasil ditemukan berkat sinergi yang baik. Kami tetap mengutamakan keselamatan dalam setiap proses penanganan,” ujarnya.

Peristiwa ini kembali menjadi peringatan keras atas bahaya aktivitas tambang ilegal yang kerap mengabaikan standar keselamatan. Kepolisian pun mengimbau masyarakat agar tidak melakukan penambangan tanpa izin karena berisiko tinggi terhadap keselamatan jiwa serta berpotensi memicu bencana.

Saat ini, kondisi di lokasi kejadian dilaporkan telah kondusif. Namun aparat kepolisian menegaskan akan terus meningkatkan langkah pencegahan guna menghindari terulangnya tragedi serupa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!