Kendari, Infobombana.id – Pagi di sudut Kota Kendari selalu dimulai dengan aroma khas nasi kuning yang mengepul dari dapur sederhana. Di balik kepulan uap itu, ada cerita tentang ketekunan, tentang ibu-ibu yang bertahan di tengah himpitan ekonomi, dan tentang harapan yang perlahan dirawat.
Cerita itu kini menemukan babak baru, ketika pihak Yayasan Baitul Maal Perusahaan Listrik Negara, Unit Pelaksana Transmisi Kendari (YBM PLN UPT) Kendari bersama Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Perwakilan Sultra menyalurkan bantuan ekonomi berupa modal dan sarana usaha bagi pelaku usaha kecil. Program ini bukan sekedar distribusi bantuan, melainkan upaya memperkuat fondasi kemandirian ekonomi masyarakat.
Dua perempuan menjadi wajah dari ikhtiar tersebut: Zuriana (53) dan Sitti Nurbimas (48). Keduanya telah lama menekuni usaha nasi kuning sebagai sumber penghidupan keluarga. Bertahun-tahun mereka berdiri di garis yang sama, menjual, bertahan, dan berharap, meski dengan keterbatasan modal dan fasilitas usaha.
Bantuan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan mereka: tambahan modal untuk memperbesar kapasitas produksi, serta sarana penunjang yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas dagangan. Intervensi sederhana, namun berpotensi mengubah ritme usaha kecil yang selama ini berjalan di tempat.
Ketua YBM PLN UPT Kendari, Muhammad Ray, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang dalam pemberdayaan ekonomi umat.
“Program ini adalah bagian dari komitment kita dalam memberikan support dan dukungan bagi para pedagang kecil untuk mengembangkan usaha mereka. Selain itu, ini juga merupakan bagian dari upaya mendukung program pemberdayaan ekonomi,” ujarnya.
Di sisi lain, Kepala Perwakilan IZI Sultra, Ramli, menekankan pentingnya keberlanjutan program agar manfaatnya tidak berhenti pada penyaluran semata.
Bagi Zuriana, bantuan ini bukan hanya soal angka dalam rupiah, tetapi juga tentang dorongan moral untuk terus melangkah.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas bantuan ini. Ini sangat membantu saya untuk memperbaiki usaha dan menambah semangat saya untuk terus berjualan demi keluarga,” katanya.
Nada yang sama terdengar dari Sitti Nurbimas. Ia melihat bantuan ini sebagai peluang untuk memperbaiki kualitas usaha yang selama ini dijalankan secara terbatas.
“Terima kasih banyak kepada YBM PLN dan IZI yang sudah peduli dengan usaha kecil seperti kami. Bantuan ini sangat berarti dan memberi harapan bagi kami untuk bisa berkembang lebih baik ke depan,” tuturnya.
Di tengah dinamika ekonomi yang tak selalu ramah bagi usaha kecil, intervensi seperti ini menjadi penanda bahwa keberpihakan masih menemukan jalannya. Bukan dalam skala besar, tetapi dalam sentuhan yang tepat sasaran, pada mereka yang selama ini bekerja dalam senyap.
Program ini diharapkan menjadi pemantik bagi lebih banyak pelaku usaha kecil untuk naik kelas, sekaligus memperkuat denyut ekonomi lokal di Kendari. Di balik sepiring nasi kuning yang sederhana, kini terselip harapan yang sedikit lebih terang.














