
Rumbia, Infobombana.id – Pemerintah Kabupaten Bombana memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dengan menegaskan arah baru pembangunan pendidikan yang tak lagi berfokus pada capaian angka semata, melainkan pada mutu proses belajar dan hasil yang benar-benar dirasakan peserta didik.
Upacara yang digelar di halaman Kantor Bupati Bombana, Sabtu (2/5/2026), menjadi ruang refleksi sekaligus penegasan bahwa kualitas pembelajaran harus menjadi fondasi utama dalam membangun generasi masa depan.
Wakil Bupati Bombana, Ahmad Yani, S. Pd., M. Si, yang bertindak sebagai inspektur upacara, membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah. Dalam pidato tersebut ditegaskan bahwa perbaikan kualitas bangsa harus dimulai dari ruang kelas, dengan menekankan tiga pilar utama: pola pikir, kekuatan mental, dan konsistensi dalam menjalankan misi pendidikan.
Fokus pada Kesejahteraan dan Kualifikasi Guru
Pemerintah pusat menempatkan guru sebagai elemen kunci dalam membangun peradaban. Pada tahun 2026, dialokasikan beasiswa sebesar Rp3 juta per semester bagi 150.000 guru yang belum meraih gelar Sarjana (S1).
“Kunci keberhasilan pendidikan terletak pada guru sebagai teladan. Pemerintah juga telah menaikkan nominal tunjangan sertifikasi dan memastikan transfer langsung setiap bulan untuk menjamin ketenangan guru dalam mengajar,” ujar Ahmad Yani saat membacakan amanat tersebut.

Selain peningkatan kesejahteraan, penguatan kompetensi guru juga diperluas, mencakup pelatihan teknologi pembelajaran modern, pemrograman dasar, hingga penguatan layanan bimbingan konseling untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari perundungan.
Transformasi Digital dan Lingkungan ASRI
Pemerintah juga melaporkan kemajuan signifikan dalam digitalisasi pendidikan. Secara nasional, lebih dari 288.000 satuan pendidikan telah memanfaatkan Papan Interaktif Digital (PID). Di Bombana, integrasi antara infrastruktur fisik dan digital diharapkan mampu memperluas akses literasi dan numerasi hingga ke wilayah terpencil.

Dalam kesempatan itu, Ahmad Yani turut menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penerapan budaya ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) di lingkungan sekolah.
“Sekolah harus menjadi rumah kedua. Kita ingin membangun kohesi sosial yang inklusif, di mana tidak ada lagi sekat bagi anak berkebutuhan khusus melalui perluasan sekolah terbuka dan pendidikan jarak jauh,” katanya.
Tantangan Implementasi di Daerah
Meski fondasi program “Pendidikan Bermutu untuk Semua” disebut telah dibangun dalam 18 bulan terakhir, tantangan implementasi di daerah tetap menjadi perhatian serius. Ahmad Yani menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor agar kebijakan pusat tidak berhenti pada tataran konsep.
Menurutnya, komitmen birokrasi daerah, dukungan dunia usaha, serta partisipasi masyarakat menjadi faktor penentu keberhasilan transformasi pendidikan.
Upacara Hardiknas 2026 ini turut dihadiri Ketua DPRD Bombana Iskandar, jajaran pimpinan OPD, serta staf ahli Bupati. Peringatan ditutup dengan seruan kuat untuk meninggalkan pola pendidikan yang hanya mengejar angka, dan beralih pada pengembangan potensi manusia secara utuh, pendidikan yang benar-benar memanusiakan manusia.














