
Kendari, Infobombana.id — Menjelang perayaan Iduladha 1447 Hijriah, organisasi kemanusiaan Simpul Relawan Indonesia Sulawesi Tenggara (SRI Sultra) menggelar aksi sosial bertajuk SAJADAH atau Satu Jam Aksi Jaga Keindahan Ibadah. Kegiatan tersebut diwujudkan melalui aksi bersih-bersih masjid yang melibatkan relawan dan masyarakat setempat di Masjid Nurul Islam, Minggu (24/5/2026).
Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya menciptakan suasana ibadah yang bersih dan nyaman menjelang Hari Raya Iduladha. Para relawan membersihkan sejumlah area masjid, mulai dari ruang utama salat, karpet dan sajadah, tempat wudhu, hingga halaman masjid.
Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kebersihan fasilitas publik, aksi tersebut juga menjadi ruang memperkuat budaya gotong royong di lingkungan masyarakat Kota Kendari.
Kabid Lingkungan SRI Sultra, Uci, mengatakan program SAJADAH tidak sekadar aksi bersih-bersih, melainkan bentuk kepedulian sosial dan upaya memuliakan rumah ibadah.
“Melalui aksi SAJADAH ini, kami ingin menghadirkan semangat kebersamaan dan kepedulian. Menjaga kebersihan masjid adalah bagian dari memuliakan rumah Allah, sehingga jamaah dapat beribadah dengan lebih khusyuk saat Iduladha nanti,” ujar Uci dalam keterangannya.
Menurut dia, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menggerakkan anak muda untuk lebih aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Respons positif datang dari pengurus dan jamaah Masjid Nurul Islam. Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) setempat mengaku bersyukur atas kehadiran relawan yang dinilai membawa energi positif di lingkungan masjid.
“Kami sangat bersyukur, untuk pertama kalinya masjid ini didatangi relawan dengan program yang sangat positif dan berdampak nyata bagi masyarakat sekitar. Kami sangat mengapresiasi SRI Sultra yang menjadi pelopor kebaikan anak muda untuk kegiatan-kegiatan positif seperti ini,” kata Ardi, pengurus DKM Masjid Nurul Islam.
Melalui tagline #MemudahkanDimudahkan, Simpul Relawan Indonesia Sulawesi Tenggara berharap gerakan sosial tersebut dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk menjaga kebersihan fasilitas ibadah secara berkelanjutan, tidak hanya menjelang hari besar keagamaan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.














