RUMBIA, INFOBOMBANA.ID – Masjid Agung Nuril Iman, Kelurahan Kasipute, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Bombana, belum sepenuhnya terisi ketika peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW berlangsung, Senin (31/8/2026) malam.
Pemandangan itu rupanya menarik perhatian Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si.
Di tengah sambutannya, Burhanuddin menyinggung sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) yang tidak hadir. Padahal, menurut dia, jajaran pemerintah daerah sebelumnya telah diingatkan untuk ikut menghadiri sekaligus meramaikan kegiatan keagamaan tersebut.
“Saya ingin mengajak kita semua, terutama para pimpinan OPDyang tidak hadir dalam acara Maulid malam ini, Beberapa hari yang lalu saya sudah ingatkan untuk sama-sama kita ramaikan, kita hadir di tengah masyarakat, terutama pada kegiatan-kegiatan keagamaan,” kata Burhanuddin.
Ia kemudian meminta Sekretaris Daerah Bombana selaku pimpinan aparatur sipil negara (ASN) memberikan perhatian terhadap ketidakhadiran tersebut.
“Kepada Sekda atau Jenderal ASN agar lakukan sanksi,” ujarnya.
Bagi Burhanuddin, menghadiri Maulid bukan perkara sulit. Para pejabat dan ASN, kata dia, tidak diminta melakukan pekerjaan fisik, melainkan cukup datang, mengikuti rangkaian kegiatan dan mendengarkan tausiah.
“Saya merasa kalau kegiatan-kegiatan seperti ini saja kita tidak memperhatikan, apalagi kegiatan-kegiatan lain yang membutuhkan tenaga, pikiran, bahkan pengorbanan, kita diundang hanya untuk mengikuti, mendengarkan tausiah, ” tegas Bupati Bombana.
Bupati bahkan meminta kehadiran para kepala dinas dan jajaran ASN diperiksa.
“Sekali lagi, saya harap kepada Jenderal ASN agar semua Kadis diabsen. Lalu Kadis yang hadir juga bisa mengabsen anggotanya, stafnya,” cetus Burhanuddin.
Ia kemudian menunjuk kondisi masjid yang masih menyisakan sejumlah ruang kosong. Menurut dia, pemandangan tersebut semestinya tidak terjadi jika seluruh pejabat dan pegawai pemerintah daerah hadir.
“Tapi kalau misalnya saya melihat semua anggotanya hadir, maka pasti ruangan masjid ini terasa sempit. Tapi saya melihat masih banyak ruang kosong,” ujarnya.
Karena itu, ia meminta kehadiran dalam kegiatan keagamaan tidak sekadar dilakukan karena kewajiban sebagai ASN, tetapi tumbuh dari kesadaran bersama.
“Saya sampaikan pada malam hari ini, kita tidak bisa main-main. Kita harus memiliki kesadaran bersama untuk menghadiri kegiatan-kegiatan keagamaan,” tegasnya.
Maulid dan Arah Pembangunan Bombana
Teguran soal kehadiran ASN menjadi bagian awal dari sambutan Burhanuddin. Setelah itu, ia membawa peringatan Maulid ke persoalan yang lebih luas: bagaimana nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW diterjemahkan dalam kehidupan pemerintahan dan pembangunan daerah.
Menurutnya, Maulid tidak semestinya berhenti sebagai tradisi tahunan. Momentum tersebut harus menjadi ruang untuk melakukan refleksi sekaligus mengambil nilai yang dibawa Rasulullah SAW.
“Peringatan Maulid Nabi bukan sekadar tradisi, melainkan momentum refleksi diri untuk menyerap nilai-nilai utama dunia yang dibawa oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam,” katanya.
Peringatan Maulid kali ini mengusung tema meneladani Rasulullah SAW, memaknai kemerdekaan, bersatu dalam ukhuwah, berdaulat dalam membangun dan sejahtera dalam kebersamaan.
Baginya, tema tersebut memiliki hubungan erat dengan perjalanan pembangunan Bombana.
“Dan tema ini sangat berhubungan dengan alat perjuangan dan pembangunan dan sejahtera dalam kebersamaan daerah kita saat ini, yaitu meneladani Rasulullah SAW dan memaknai kemerdekaan,” ujarnya.
Ia memaknai kemerdekaan bukan hanya sebagai kondisi bebas dari penjajahan, tetapi sebagai amanah yang harus diteruskan melalui kerja nyata.
“Rasulullah SAW membebaskan manusia dari kegelapan dunia menuju terangnya ketauhidan dan keadilan,” kata Burhanuddin.
Infrastruktur hingga UMKM Jadi Perhatian
Dari nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW, Burhanuddin kemudian berbicara mengenai pekerjaan pemerintah daerah.
Ia menyebut sejumlah sektor yang menurutnya menjadi bagian dari arah pembangunan Bombana, mulai dari infrastruktur, pendidikan dan pelayanan kesehatan hingga pertanian, kelautan serta usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
“Pemerintah Kabupaten Bombana penuh komitmen menghadirkan infrastruktur yang menata, meningkatkan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, dan memperkuat sektor pertanian, kelautan dan UMKM dengan visi Bombana yang berdaya saing, termasuk agrominapolitan,” ujarnya.
Namun, pembangunan tersebut, kata Burhanuddin, harus dirasakan secara merata. Ia mengingatkan agar tidak ada masyarakat maupun wilayah yang tertinggal hanya karena berada di luar pusat pembangunan.
Bupati menyebut kesejahteraan sejatinya tidak dapat dinikmati secara individual, melainkan dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.”
“Tidak boleh ada wilayah atau kelompok masyarakat yang tertinggal dalam proses pembangunan di Bombana,” terangnya.

Ajak Semua Elemen Bangun Bombana
Di bagian akhir sambutannya, Burhanuddin kembali menekankan pentingnya kebersamaan. Ia mengajak aparatur pemerintah, alim ulama dan generasi muda tidak berjalan sendiri-sendiri dalam menghadapi berbagai persoalan pembangunan daerah.
“Melalui momentum Maulid Nabi Muhammad SAW, saya mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari aparatur pemerintah, alim ulama, hingga generasi muda, untuk terus bergandengan tangan,” katanya.
Bagi Burhanuddin, keteladanan Rasulullah SAW tidak hanya relevan dalam kehidupan beragama, tetapi juga dapat menjadi landasan moral dalam bekerja dan menjalankan pemerintahan.
“Marilah kita jadikan keteladanan Rasulullah SAW sebagai pondasi, sebagai fondasi moral dalam hidup, bekerja, dan bermasyarakat,” ujar Burhanuddin.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut dihadiri Wakil Bupati Bombana Ahmad Yani, S.Pd., M.Si., Ketua DPRD Bombana Iskandar, S.P., Sekretaris Daerah Bombana, Kapolres Bombana, Kepala Kejaksaan Negeri Bombana, Ketua TP-PKK Bombana, Wakil Ketua TP-PKK Bombana serta para alim ulama.














