Scroll untuk baca artikel
BirokrasiHeadlineSosial

Bupati Bombana Imbau Warga Waspadai Karhutla, BPBD Catat 10 Kejadian Selama Agustus

254
×

Bupati Bombana Imbau Warga Waspadai Karhutla, BPBD Catat 10 Kejadian Selama Agustus

Sebarkan artikel ini

RUMBIA, INFOBOMBANA.ID Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M. Si, mengimbau seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul sejumlah kejadian kebakaran lahan yang tercatat sepanjang Agustus 2026.

Bupati mengatakan Bombana termasuk wilayah yang mendapat perhatian pemerintah terkait potensi bencana, termasuk kebakaran hutan dan lahan. Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya titik api.

“Karena ternyata salah satu deteksi terhadap tingkat kebakaran hutan itu sangat tinggi,” kata Bupati Bombana di Rumbia beberapa waktu lalu.

Menurut dia, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama, terutama dengan menjaga lingkungan di wilayah masing-masing.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menjaga daerah kita masing-masing. Jangan melakukan kegiatan pembakaran di daerah-daerah yang kira-kira bisa memberikan dampak pada kebakaran hutan,” ujarnya.

BPBD Catat 10 Karhutla Selama Agustus

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bombana, Drs. Hasdin Ratta, M.Si., mengatakan sepanjang Agustus 2026 terdapat sejumlah kejadian kebakaran lahan di beberapa wilayah Bombana.

Berdasarkan data BPBD Bombana, sedikitnya 10 kejadian kebakaran hutan dan lahan tercatat selama periode tersebut.

Kebakaran antara lain terjadi di Desa Waemputtang, Kecamatan Poleang Selatan; Desa Tembe, Kecamatan Rarowatu Utara; kawasan Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (TNRAW), Kecamatan Lantari Jaya; Desa Watu-Watu, Kecamatan Lantari Jaya sebanyak dua kali. Lalu, Desa Kampung Baru, Kecamatan Rumbia Tengah juga  dua kali, Desa Watulalangkari, Kecamatan Rarowatu; serta Desa Wambarema, Kecamatan Poleang Utara, dan Desa Tahi Ite Kecamatan Rarowatu.

Salah satu kejadian terbaru tercatat di Desa Tahiite pada 31 Agustus 2026. Peristiwa ini juga telah ditangani oleh Satgas Karhutla. Hasdin mengatakan proses pemadaman dilakukan bersama aparat TNI dan Polri serta masyarakat setempat.

“Satgas Karhutlah telah melakukan pemadaman di Desa Tahiite, bersama dengan aparat TNI/Polri serta warga setempat, dan telah berhasil memadamkan api,” kata Hasdin.

Berdasarkan perkiraan sementara, luas lahan yang terbakar di Tahiite mencapai sekitar 10 hektare dan merupakan area perkebunan jati.

Peristiwa kebarakan yerbatu lainnya terjadi di Desa Watu-Watu, Kecamatan Lantari Jaya, pada 30 Agustus 2026 sekitar pukul 19.41 WITA. Kebakaran tersebut berdampak pada lahan warga di sekitar PT Jhonlin dengan luas area terdampak diperkirakan mencapai 5 hektare.

 

Olehnya itu, BPBD Bombana mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Kewaspadaan diperlukan untuk mencegah api meluas, terutama pada kondisi lingkungan yang mudah terbakar.

Dari catatan BPBD, sejumlah lokasi yang terdampak kebakaran selama Agustus meliputi lahan negara, persawahan, kawasan TNRAW, lahan kosong, hutan, ruang terbuka hijau, hingga lahan milik warga.

Total luas area yang tercatat terdampak dari kejadian-kejadian tersebut mencapai sedikitnya sekitar 23,9 hektare, di luar satu kejadian yang dalam data dicatat menggunakan satuan meter tanpa keterangan panjang atau luas yang lebih jelas.

BPBD bersama unsur TNI, Polri dan masyarakat terus melakukan penanganan terhadap kejadian karhutla sekaligus mengingatkan warga agar segera melaporkan jika menemukan titik api.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *