Scroll untuk baca artikel
BirokrasiSosial

Hadiri Maulid Nabi di Doule, Wabup Bombana Apresiasi Pembangunan Masjid dan Serukan Persatuan Umat

247
×

Hadiri Maulid Nabi di Doule, Wabup Bombana Apresiasi Pembangunan Masjid dan Serukan Persatuan Umat

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Bombana, Ahmad Yani, S. Pd., M. Si

RUMBIA, INFOBOMBANA.ID – Wakil Bupati Bombana Ahmad Yani, S.Pd., M.Si., menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Babur Rahman, Kelurahan Doule, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Bombana, Selasa (25/8/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Yani memberikan apresiasi terhadap perkembangan Masjid Babur Rahman, baik dari sisi pembangunan fisik maupun jumlah jamaah yang terus bertambah.

Ia mengatakan, perkembangan tersebut terlihat sangat signifikan jika dibandingkan dengan kondisi masjid ketika dirinya pertama kali menjadi warga Kelurahan Doule pada 2004 silam.

Menurutnya, pada masa itu jumlah jamaah Masjid Babur Rahman masih sangat sedikit. Bahkan, jamaah salat berjemaah pada hari-hari biasa hanya berkisar lima hingga maksimal 10 orang.
Namun, kondisi tersebut kini telah berubah drastis. Setelah lebih dari dua dekade, Masjid Babur Rahman justru menjadi salah satu masjid dengan jumlah jamaah yang cukup padat di ibu kota Kabupaten Bombana.

“Kalau dulu di tahun 2004, jamaahnya paling hanya lima orang. Maksimal kalau salat berjemaah di hari biasa hanya sampai 10 orang. Tapi sekarang, dalam jarak waktu 22 tahun, dari seluruh masjid di ibu kota Kabupaten Bombana, selain Masjid Agung Nurul Iman, masjid inilah yang paling padat dan banyak jamaahnya,” kata Ahmad Yani.

Ia menilai, perkembangan tersebut tidak hanya menunjukkan kemajuan pembangunan masjid, tetapi juga mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk meramaikan dan memakmurkan rumah ibadah.
Terlebih, dalam waktu dekat Masjid Babur Rahman juga akan dilengkapi fasilitas pendingin ruangan atau AC untuk meningkatkan kenyamanan jamaah dalam beribadah.

Serukan Persatuan Umat

Di balik kemeriahan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Ahmad Yani menyampaikan pesan yang lebih luas kepada masyarakat Bombana, yakni pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan di tengah perbedaan.

Ia berharap momentum keagamaan seperti Maulid Nabi maupun peringatan hari-hari besar lainnya dapat menjadi ruang untuk mempererat hubungan masyarakat, bukan justru menjadi alasan untuk saling menjauh.

“Kami sebagai Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana hanya menginginkan satu harapan bahwa dengan maulid seperti ini, kita tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Kita tetap menjaga bangsa kita,” ujarnya.

Ahmad Yani menegaskan, masyarakat tidak semestinya terpecah hanya karena perbedaan latar belakang sosial maupun perbedaan dalam memahami dan menjalankan ajaran agama. Karena itu,
Ia mengingatkan agar perbedaan pendapat, cara menyampaikan ceramah, hingga perbedaan dalam berpakaian tidak menjadi alasan untuk memisahkan masyarakat.

“Jangan karena perbedaan pendapat, jangan karena perbedaan ceramahnya misalnya, atau adab bajunya, lalu memisahkan kita,” katanya.

Menurut Ahmad Yani, perbedaan pandangan dalam kehidupan umat Islam merupakan hal yang perlu disikapi secara bijaksana. Karena itu, ia meminta masyarakat tetap mengedepankan persatuan dan tidak mudah saling menyalahkan.

Maulid sebagai Syiar Islam

Ahmad Yani juga menyinggung adanya perbedaan pandangan di tengah masyarakat mengenai pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Ia mengatakan, pemerintah daerah melihat kegiatan tersebut sebagai bagian dari syiar Islam dan sarana untuk memperkenalkan keteladanan Rasulullah SAW kepada generasi muda.

“Ketika ada acara Maulid seperti ini, kadang kita dengar, ‘haram itu, jangan ikuti itu’. Tapi kami sebagai pemerintah daerah, namanya Maulid Nabi Muhammad SAW, itu adalah syiar Islam,” tuturnya.

Menurutnya, Maulid menjadi momentum untuk mengingatkan masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda, bahwa umat Islam memiliki sosok yang menjadi suri teladan, yakni Nabi Muhammad SAW.

“Caranya kita memperkenalkan kepada anak-anak kita, adik-adik kita bahwa ada suri teladan kita, Baginda Rasulullah SAW,” ujarnya.

Ia kemudian mengajak umat Islam untuk terus memperjuangkan dan menyebarkan nilai-nilai Islam melalui cara masing-masing, selama tetap menjaga persatuan.

“Untuk apa kita meramaikan ini kalau bukan karena kita ingin memperjuangkan Islam. Jadi kita sebagai umat Islam boleh memperjuangkan Islam dengan cara kita masing-masing,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *