Scroll untuk baca artikel
HUKUMEkobisSosial

Lewat Jumat Curhat, Kapolres Bombana Tampung Keluhan Petani Lantari soal Pengairan Sawah, Ini Janjinya

131
×

Lewat Jumat Curhat, Kapolres Bombana Tampung Keluhan Petani Lantari soal Pengairan Sawah, Ini Janjinya

Sebarkan artikel ini

RUMBIA, INFOBOMBANA.ID – Persoalan pengairan sawah menjadi salah satu keluhan yang disampaikan petani Desa Lantari, Kecamatan Lantari Jaya, Kabupaten Bombana, kepada Kapolres Bombana AKBP Irwandhy Idrus, S.I.K., M.I.K., CPHR., Jumat, (25/9/2026).

Keluhan itu disampaikan dalam kegiatan Jumat Curhat yang digelar di Kantor Desa Lantari. Dalam forum tersebut, warga tidak hanya menyampaikan persoalan keamanan dan ketertiban, tetapi juga berbagai kendala yang mereka hadapi dalam menjalankan aktivitas pertanian.

Salah satu persoalan yang mencuat adalah sulitnya memperoleh bahan bakar minyak (BBM) dan LPG yang digunakan untuk mendukung kebutuhan pengairan sawah. Kondisi tersebut menjadi perhatian bagi warga karena sebagian besar masyarakat Desa Lantari menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian.

Warga juga berharap jaringan listrik dapat menjangkau kawasan persawahan. Menurut mereka, keberadaan listrik dapat menjadi alternatif untuk mendukung kebutuhan penyedotan air sehingga aktivitas pertanian tidak sepenuhnya bergantung pada bahan bakar.

Kapolres Bombana AKBP Irwandhy Idrus mengatakan Jumat Curhat merupakan ruang bagi kepolisian untuk mendengar langsung persoalan yang dihadapi masyarakat.

Forum tersebut dihadiri KBO Binmas Polres Bombana IPTU Muh. Amin, S.H., Kapolsek Lantari Jaya IPTU Prasetyo Nento, S.H., M.H., CPM., Kepala Desa Lantari Ovi Asrofi, S.Sos., Kepala BPP Kecamatan Lantari Jaya Edi Winoto, serta tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama dan sekitar 50 warga.

Selain persoalan pertanian, kondisi kemarau yang cukup ekstrem turut menjadi perhatian. Kapolres mengingatkan warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dapat memicu kebakaran hutan dan lahan.

Masyarakat juga diminta ikut mencegah penyalahgunaan serta peredaran narkotika. Jika menemukan aktivitas yang mencurigakan, warga diminta segera melaporkannya kepada Bhabinkamtibmas atau Polsek Lantari Jaya.

Kepala BPP Kecamatan Lantari Jaya Edi Winoto menjelaskan pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian Kabupaten Bombana memiliki program penanaman jagung seluas 10.000 hektare. Program tersebut diharapkan dapat membantu petani melalui dukungan bibit dan alat mesin pertanian (Alsintan).

Menurut Edi, BPP juga menyediakan rekomendasi BBM bersubsidi sebanyak 10 liter per orang untuk membantu kebutuhan petani.

Sementara itu, Kapolres Bombana menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Bulog Bombana untuk mendukung kesejahteraan petani. Salah satu yang menjadi perhatian adalah upaya agar hasil pertanian masyarakat dapat memperoleh harga jual yang layak.

Untuk persoalan listrik di kawasan persawahan, Irwandhy mengatakan akan berkoordinasi dengan PLN Kabupaten Bombana. Harapannya, kebutuhan jaringan listrik di kawasan pertanian Desa Lantari dapat menjadi perhatian.

Jumat Curhat tersebut akhirnya tidak sekadar menjadi forum mendengar keluhan warga. Persoalan yang dibawa petani menyentuh kebutuhan yang lebih mendasar: bagaimana mereka tetap dapat mengairi sawah dan mempertahankan produksi di tengah kondisi kemarau.

Polres Bombana berharap komunikasi semacam ini dapat terus berlangsung sehingga persoalan yang muncul di tengah masyarakat dapat diketahui lebih awal dan dicarikan jalan keluar bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *