
Rumbia, Infobombana.id – Di tengah proses konsolidasi internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kabupaten Bombana, Ketua DPC PDI-P Bombana, Andi Muhammad Khaekal, mengirimkan pesan politik yang tegas. Bagi partainya, kontestasi elektoral telah berakhir. Yang tersisa kini adalah kerja bersama mengawal pembangunan daerah.
Pesan itu disampaikan Khaekal usai Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PDI Perjuangan se-Kabupaten Bombana, Selasa, 2 Juni 2026. Di hadapan kader partai dan para Jurnalis, ia menegaskan bahwa PDI-P memilih mengambil posisi sebagai mitra pembangunan bagi pemerintahan Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin.
“Proses pemilihan telah selesai dan tidak ada lagi persoalan terkait hasil pemilihan. Karena itu Fraksi PDI Perjuangan dan saya selaku Ketua DPC memberikan dukungan penuh terhadap program-program pemerintahan Bupati Bombana yang terpilih saat ini,” kata Khaekal.
Pernyataan itu menjadi sinyal bahwa PDI-P Bombana berupaya menempatkan kepentingan pembangunan di atas rivalitas politik pascapemilu. Menurut dia, berbagai target pembangunan yang belum terealisasi saat ini tidak bisa semata-mata dipandang sebagai kegagalan pemerintah daerah.
Khaekal menilai pemerintah masih menghadapi tantangan berupa kebijakan efisiensi anggaran dan keterbatasan transfer keuangan daerah. Karena itu, ia meyakini realisasi visi dan misi pemerintah akan berjalan bertahap ketika kondisi fiskal kembali membaik.
Komitmen dukungan tersebut, kata Khaekal, merupakan bentuk tanggung jawab politik PDI Perjuangan terhadap kemajuan Kabupaten Bombana. Sebagai bagian dari unsur politik daerah, partainya ingin mengambil peran konstruktif dengan mengawal kebijakan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Menurut dia, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk partai politik, legislatif, dan masyarakat.
Dengan sikap tersebut, PDI Perjuangan Bombana menegaskan posisinya sebagai mitra pembangunan yang siap mendukung setiap program pemerintah daerah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mempercepat kemajuan Kabupaten Bombana.
Di saat yang sama, dukungan terhadap pemerintah tidak membuat PDI-P mengendurkan agenda konsolidasi internal. Musancab yang digelar menjadi titik awal penguatan struktur partai hingga ke tingkat bawah menjelang agenda politik berikutnya.
Bagi Khaekal, tantangan terbesar saat ini adalah menjaga tren kenaikan perolehan kursi partai di Bombana. Ia mengingatkan bahwa PDI-P hanya memiliki satu kursi DPRD pada Pemilu 2014. Angka itu meningkat menjadi dua kursi pada 2019, lalu melonjak menjadi empat kursi pada Pemilu 2024.
“Fondasi yang telah dibangun oleh ketua-ketua sebelumnya harus diperkuat lagi,” ujarnya.















