Scroll untuk baca artikel
HUKUM

Petani Meninggal Saat Hendak ke Kebun di Poleang Utara, Polisi Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan

126
×

Petani Meninggal Saat Hendak ke Kebun di Poleang Utara, Polisi Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan

Sebarkan artikel ini

RUMBIA, INFOBOMBANA.ID – Seorang petani bernama Sultan (51) ditemukan tidak sadarkan diri saat dalam perjalanan menuju kebunnya di Desa Pusuea, Kecamatan Poleang Utara, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, Jumat (18/9/2026) pagi.

Sultan saat itu diketahui berangkat ke kebun bersama istrinya, Harwati, sekitar pukul 07.30 Wita. Keduanya terlebih dahulu menyimpan sepeda motor di kawasan Puncak Pusuea, kemudian melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju lokasi kebun.

Namun, saat melewati jalur pendakian, Sultan tiba-tiba merasa lemas. Ia kemudian terjatuh dan tidak sadarkan diri.

Melihat kondisi suaminya, Harwati berusaha mencari bantuan dengan menuju jalan raya yang berjarak sekitar 50 meter dari lokasi kejadian.

Sejumlah warga yang kebetulan melintas setelah pulang dari pasar kemudian mendatangi lokasi dan berusaha memberikan pertolongan.

Informasi tersebut selanjutnya diteruskan kepada pemerintah desa dan Bhabinkamtibmas Desa Pusuea, Aipda Kariono. Petugas kemudian mengarahkan agar Sultan segera dibawa ke Puskesmas Poleang Utara.

Sultan tiba di puskesmas sekitar pukul 08.45 Wita. Namun, berdasarkan pemeriksaan pihak medis, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Kapolsubsektor Poleang Utara Ipda Muh. Ali mengatakan, dari hasil identifikasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP), tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Korban ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dan setelah dibawa ke Puskesmas Poleang Utara dinyatakan telah meninggal dunia. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” demikian laporan Ipda Muh. Ali melalui rilis Humas Polres Bombana, Jumat (18/9/2026).

Berdasarkan keterangan istrinya, Sultan memiliki riwayat asma dan kerap mengeluhkan sakit pada bagian dada kiri. Sebelum berangkat ke kebun, korban juga sempat sarapan dan mengonsumsi obat yang dibelinya sendiri di apotek di Toburi.

Meski demikian, informasi mengenai riwayat penyakit tersebut belum dapat dijadikan sebagai kesimpulan penyebab kematian.

Pihak keluarga menolak dilakukan otopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Jenazah korban selanjutnya direncanakan dibawa ke rumah duka di Desa Tahi Ite, Kecamatan Rarowatu, Kabupaten Bombana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *