RUMBIA, INFOBOMBANA.ID – Kepolisian Resor (Polres) Bombana menggelar apel gelar pasukan dan peralatan dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah hukum Polres Bombana.
Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Apel Tatag Trawang Tungga, Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 08.00 Wita. Apel dipimpin langsung Kapolres Bombana AKBP Irwandhy Idrus, S.I.K., M.H., CPHR.
Apel tersebut diikuti sejumlah unsur terkait, termasuk Dandim 1431/Bombana Letkol Arm Muliadi, S.H., Wakapolres Bombana Kompol Basri, S.H., Kalaksa BPBD Bombana Drs. Hasdin Ratta, M.Si., serta jajaran Pemerintah Kabupaten Bombana.
Turut hadir Kasat Pol PP Bombana H. Pajawa Tarika, S.Pd., M.Pd., Kabid Damkar Waridin, S.I.P., Kabid Linmas Jamilun, S.Ag., Kabid LLAJ Andi Firman, S.H., Plt. Kadis Kesehatan Bombana Fatimah Rinambo, S.ST., M.Kes., serta para pejabat utama Polres Bombana.
Dalam amanatnya, Kapolres menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kesiapsiagaan sekaligus langkah antisipasi dini terhadap ancaman kekeringan ekstrem dan potensi Karhutla.
Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius seiring fenomena El Nino tahun 2026 yang disebut telah memasuki fase aktif kategori kuat.
Karena itu, kesiapsiagaan personel dan peralatan menjadi bagian penting untuk memastikan penanganan dapat dilakukan secara cepat apabila terjadi kebakaran hutan maupun lahan.
Selain kesiapan operasional, sinergi lintas sektor juga menjadi perhatian utama. Kolaborasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, dan masyarakat dinilai sangat diperlukan dalam memperkuat upaya pencegahan, respons cepat, hingga edukasi kepada masyarakat.
“Komitmen bersama untuk mencegah aksi pembakaran hutan dan lahan harus terus diperkuat guna menjaga kelestarian lingkungan serta mewujudkan Kabupaten Bombana yang aman, kondusif dan bebas Karhutla,” demikian poin amanat Kapolres Bombana.
Usai pelaksanaan apel, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan sarana dan prasarana penanggulangan bencana serta kendaraan operasional milik lintas instansi.
Pemeriksaan tersebut dilakukan oleh pimpinan apel bersama unsur Forkopimda untuk memastikan seluruh peralatan dalam kondisi baik dan siap digunakan sewaktu-waktu dalam menghadapi situasi darurat.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan bersama menghadapi potensi Karhutla di wilayah Kabupaten Bombana, khususnya pada kondisi cuaca yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.














