Scroll untuk baca artikel
HUKUMBirokrasi

Polsek Lantari Jaya Cetak Prestasi, Bupati dan Wabup Bombana Berikan Penghargaan di Upacara HUT RI ke-81

288
×

Polsek Lantari Jaya Cetak Prestasi, Bupati dan Wabup Bombana Berikan Penghargaan di Upacara HUT RI ke-81

Sebarkan artikel ini

RUMBIA, INFOBOMBANA.ID – Polsek Lantari Jaya, Polres Bombana, kembali menorehkan prestasi melalui keberhasilan dalam lomba Pos Satkamling dan program Tiga Pilar. Atas capaian tersebut, Polsek Lantari Jaya mendapat penghargaan dari Bupati dan Wakil Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si – Ahmad Yani, S. Pd., M. Si.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Eks MTQ, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Bombana, Senin (17/8/2026).

Penghargaan diterima langsung Kapolsek Lantari Jaya IPTU Prasetyo Nento, S.H., M.H., CPM, bersama Kanit nya Aipda Gusrin Strauns.

Pada kesempatan itu, Iptu Prasetyo Nento menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas penghargaan yang diberikan kepada pihaknya. Menurut Prasetyo, penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas kerja sama Polsek Lantari Jaya dengan pemerintah kecamatan dan Pemerintah Desa Kalaero dalam membangun Pos Satkamling Wira Satya Adipradana.

Pos Satkamling tersebut sebelumnya diikutsertakan dalam kompetisi dengan mewakili Polres Bombana. Hasilnya, Pos Satkamling Wira Satya Adipradana berhasil meraih juara pertama di tingkat Polres Bombana dan kemudian kembali meraih juara pertama di tingkat Polda Sulawesi Tenggara.

Atas capaian tersebut, Pos Satkamling Wira Satya Adipradana selanjutnya mewakili Polda Sultra untuk mengikuti kompetisi di tingkat nasional.

“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas kerja sama kami bersama aparat pemerintah kecamatan dan Pemerintah Desa Kalaero dalam membangun Pos Kamling,” kata Prasetyo.

Ia menegaskan, pembangunan Pos Satkamling tersebut tidak semata-mata untuk mengejar prestasi dalam perlombaan, tetapi ditujukan untuk kepentingan masyarakat, khususnya dalam menjaga keamanan desa dan lingkungan sekitarnya.

“Kami berharap keberadaan Pos Kamling ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Bombana, sehingga upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban dapat dimulai dari tingkat desa,” ujarnya.

Dilengkapi Inovasi Sawen

Prasetyo menjelaskan, salah satu keunggulan Pos Satkamling Wira Satya Adipradana adalah kelengkapan fasilitas dan inovasi yang diterapkan dalam pelaksanaan ronda.

Bangunan Pos Satkamling merupakan bangunan baru yang dilengkapi toilet dan ruang tahanan. Pos tersebut juga memiliki aliran listrik tersendiri untuk mendukung aktivitas petugas.
Selain fasilitas tersebut, terdapat inovasi lokal yang disebut “Sawen”.

Sawen yang dimaksud  yaitu tanda berupa janur yang dipasang di rumah warga oleh petugas ronda setelah melaksanakan patroli. Tanda tersebut pula menjadi penanda bahwa petugas ronda telah mendatangi dan melakukan patroli di wilayah sekitar rumah warga.

“Inovasi lokal berupa Sawen ini merupakan tanda yang diberikan oleh petugas ronda ketika melaksanakan patroli. Tanda tersebut dipasang di rumah-rumah warga dalam bentuk janur sebagai penanda bahwa petugas ronda telah melakukan patroli di wilayah tersebut,” jelasnya.

Prasetyo berharap inovasi tersebut dapat terus dikembangkan dan menjadi contoh bagi desa, Polsek maupun kecamatan lainnya dalam memperkuat sistem keamanan lingkungan berbasis masyarakat.

“Kami berharap Pos Kamling Wira Satya Adipradana ini dapat menjadi inspirasi untuk membangun Pos Kamling serupa di desa atau wilayah masing-masing, sehingga keamanan dan ketertiban masyarakat dapat terus dijaga bersama,” pungkasnya.

Raih Juara Program Tiga Pilar

Selain prestasi Pos Satkamling, Polsek Lantari Jaya juga berhasil meraih juara pertama dalam program Tiga Pilar yang berada di Desa Langkowala.
Program Tiga Pilar merupakan bentuk sinergi antara pemerintah desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat.

Aipda Gusrin Strauns mengatakan, keberadaan Tiga Pilar di tingkat desa diharapkan mampu mendorong penyelesaian persoalan melalui musyawarah dan pendekatan kekeluargaan.

“Tujuan dari Tiga Pilar ini adalah menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul di tingkat desa. Dengan demikian, permasalahan yang ada tidak selalu harus berujung pada proses hukum, tetapi dapat diselesaikan secara kekeluargaan di tingkat desa,” katanya.

Menurut dia, pendekatan tersebut penting untuk menjamin penyelesaian berbagai konflik di tengah masyarakat dengan mengedepankan musyawarah serta menjaga hubungan sosial antarwarga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *