Jakarta, Infobombana.id – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional meraih penghargaan Kategori Kementerian dengan Strategi Komunikasi Paling Masif dalam ajang INDOPOSCO Award 2026 yang digelar di Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Penghargaan tersebut diterima oleh Staf Ahli Bidang Teknologi Informasi ATR/BPN, Dwi Budi Martono, yang hadir mewakili Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid. Ia menyebut apresiasi ini sebagai pengakuan nyata atas kerja kolektif pengelola komunikasi kementerian, khususnya Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol.
“Strategi komunikasi ATR/BPN mendapatkan pengakuan dari pihak eksternal. Bagi kami, ini bukan sekadar simbol, tetapi pengakuan yang riil dan membanggakan,” ujar Dwi Budi dalam seremoni penganugerahan. Ia berharap capaian tersebut menjadi pemicu untuk meningkatkan kualitas diseminasi informasi publik.
Menurut Dwi Budi, penghargaan itu juga menjadi energi baru bagi jajaran internal ATR/BPN untuk memperkuat peran sebagai duta humas. “Ini bekal agar kami lebih konsisten dan lebih keras mewartakan hasil kerja kementerian kepada masyarakat,” katanya.
Selama ini, strategi komunikasi ATR/BPN diarahkan pada penyampaian isu pertanahan dan tata ruang yang mudah dipahami publik. Mulai dari program sertipikasi tanah, penanganan sengketa pertanahan, hingga penguatan layanan berbasis digital menjadi materi utama yang disebarluaskan melalui berbagai kanal komunikasi. Pendekatan tersebut dinilai mampu meningkatkan literasi publik sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan negara di bidang pertanahan.
Dalam Anugerah INDOPOSCO 2026—yang bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun kelima media tersebut—ATR/BPN menjadi salah satu dari 20 institusi yang dinilai berkontribusi bagi pembangunan Indonesia. Penghargaan diserahkan oleh Direktur Operasional PT Indonesia Digital Pos, Riza Awaluddin.
Acara bertema “Kepak Membawa Dampak” itu turut dihadiri sejumlah pejabat pusat dan daerah serta perwakilan dunia usaha. Dwi Budi berharap INDOPOSCO terus berkembang sebagai media yang berperan memperkuat demokrasi dan literasi publik di Indonesia.













