PendidikanBirokrasi

Sosok Nina Meirina, Plt Kadisdikbud Bombana yang Langsung Bawa Penghargaan Nasional

556
×

Sosok Nina Meirina, Plt Kadisdikbud Bombana yang Langsung Bawa Penghargaan Nasional

Sebarkan artikel ini

Kendari, Infobombana.id – Bukan perkara mudah bagi seorang pejabat baru untuk langsung menunjukkan hasil kerja dalam waktu singkat. Namun hal itu justru berhasil dilakukan Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bombana, Nina Meirina. Baru seumur jagung menjabat, ia langsung membawa Kabupaten Bombana meraih penghargaan nasional dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada 2026.

Penghargaan itu diberikan dalam Rapat Koordinasi Program Prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2026 yang digelar Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Sulawesi Tenggara di Kendari, Kamis (21/5/2026). Penghargaan diserahkan langsung oleh Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen, Nunuk Suryani.

Nama Bombana mencuat setelah dinilai menjadi salah satu daerah paling responsif dalam menerapkan kebijakan Hari Belajar Guru (HBG). Program tersebut dijalankan melalui dukungan Surat Edaran Bupati Bombana yang menjadi dasar pelaksanaan di seluruh satuan pendidikan.

Di tengah agenda yang dihadiri para kepala dinas pendidikan kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara itu, Nina Meirina menjadi sorotan. Ia dianggap mampu menerjemahkan kebijakan pusat menjadi gerakan nyata di daerah dalam tempo cepat.

“Selamat dan semangat berkarya untuk insan-insan pendidikan di Kabupaten Bombana,” kata Nunuk Suryani dalam sambutannya.

Menurut Nunuk, Hari Belajar Guru bukan sekadar program administratif, melainkan strategi pemerintah untuk membangun budaya belajar berkelanjutan bagi para pendidik. Guru, kata dia, dituntut terus berkembang mengikuti tantangan pendidikan modern.

Bombana dianggap berhasil menangkap substansi kebijakan tersebut lebih cepat dibanding banyak daerah lain.

“Kami sangat mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Bombana yang langsung memberikan payung hukum dan dukungan penuh. Kecepatan responsivitas dalam menggerakkan seluruh elemen pendidikan untuk melaksanakan HBG ini luar biasa,” ujar Nunuk.

Program Hari Belajar Guru sendiri difokuskan sebagai ruang kolaborasi antarpendidik. Guru diberi kesempatan memperkuat kompetensi melalui diskusi modul ajar, berbagi inovasi pembelajaran, hingga membedah literatur pendidikan terkini secara kolegial.

Pelaksanaannya dilakukan melalui forum profesi seperti Kelompok Kerja Guru (KKG), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS), serta Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS).

Pemerintah daerah juga mengatur pelaksanaan program agar tidak mengganggu kegiatan belajar siswa. Kegiatan dapat dilaksanakan satu hari penuh dalam sepekan atau disesuaikan pada jam tertentu berdasarkan kesepakatan sekolah dan dinas pendidikan.

Bagi Nina Meirina, penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa perubahan di lingkungan pendidikan Bombana harus dimulai dari peningkatan kapasitas guru.

“Baru saja memulai tugas, namun berkat dukungan Bupati dan kerja keras seluruh tim, kami langsung mendapatkan kepercayaan dan pengakuan seperti ini,” kata Nina usai menerima penghargaan.

Ia menilai kualitas pendidikan tidak mungkin meningkat tanpa pembaruan kualitas tenaga pengajar. Karena itu, pihaknya mendorong forum-forum guru berjalan aktif dan produktif.

“Kami sadar betul, kualitas pendidikan tidak akan naik jika kualitas gurunya tidak diperbarui. Maka dari itu, HBG kami jalankan sungguh-sungguh lewat forum KKG, MGMP, dan lainnya,” ujarnya.

Penghargaan tersebut sekaligus menjadi penanda awal kepemimpinan Nina Meirina di Disdikbud Bombana. Di tengah ekspektasi publik terhadap pembenahan sektor pendidikan, capaian nasional itu memberi sinyal bahwa pemerintahan daerah ingin bergerak cepat dan selaras dengan agenda pendidikan nasional.

Sejumlah kepala dinas pendidikan dari kabupaten lain di Sulawesi Tenggara yang hadir dalam forum itu turut memberikan apresiasi kepada Bombana. Mereka menilai keberhasilan tersebut lahir dari sinergi antara pemerintah daerah dan jajaran pendidikan.

Bagi Kemendikdasmen, keberhasilan Bombana diharapkan menjadi contoh bahwa transformasi pendidikan dapat berjalan lebih cepat jika didukung komitmen pemerintah daerah dan budaya kolaborasi guru.

Sementara bagi Nina Meirina, penghargaan itu belum menjadi titik akhir.

“Kami tidak akan berhenti di sini. Penghargaan ini memacu kami untuk bekerja lebih keras lagi. Komitmen kami tetap satu: memajukan pendidikan Bombana dan mencetak generasi emas yang berkualitas,” kata dia.

Nina juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada para pejabat sebelumnya di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bombana. Menurutnya, capaian tersebut bukan semata hasil kerja dalam waktu singkat, melainkan buah dari fondasi program dan kerja kolektif yang telah dibangun sejak sebelumnya.

Tanpa kerja keras dan dedikasi para pendahulunya, kata dia, Disdikbud Bombana tidak mungkin mampu bergerak cepat hingga meraih pengakuan nasional seperti saat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!