
Poleang, Infobombana.id – Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah menjadi ajang mempererat kepedulian sosial sekaligus memperkuat hubungan dengan masyarakat desa lingkar tambang bagi PT Kasmar Poleang Raya (KPR Silika). Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), perusahaan menyalurkan hewan kurban kepada masyarakat di sejumlah desa sekitar wilayah operasional tambang di Kecamatan Poleang Selatan, Kabupaten Bombana.
Sebanyak empat ekor sapi kurban didistribusikan ke Desa Akacipong, Desa La Ea, Desa Waemputang, dan Desa Kali Baru. Penyaluran dilakukan melalui pemerintah desa setempat untuk selanjutnya dibagikan kepada masyarakat penerima manfaat berdasarkan hasil pendataan dan koordinasi desa.
Bagi KPR Silika, program kurban tidak sekadar agenda rutin tahunan bernuansa keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar.

Superintendent External Relations KPR Silika, Ishak Salu Pasamba, mengatakan Idul Adha merupakan momentum penting untuk memperkuat nilai kebersamaan dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Menurut dia, perusahaan ingin memastikan keberadaan industri di wilayah lingkar tambang turut menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat desa, baik dari sisi sosial maupun ekonomi.
“Idul Adha bukan hanya tentang ibadah kurban, tetapi juga momentum mempererat hubungan sosial dan kepedulian terhadap masyarakat sekitar. Kami berharap kehadiran perusahaan dapat terus memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat desa lingkar tambang,” ujar Ishak, Rabu (28/5/2026).
Ia menambahkan, KPR Silika juga berupaya melibatkan peternak lokal dalam pengadaan hewan kurban agar manfaat ekonomi dari kegiatan tersebut dapat dirasakan lebih luas.
“Kami berkomitmen agar program seperti ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga mampu mendorong perputaran ekonomi masyarakat lokal, khususnya peternak di sekitar wilayah operasional perusahaan,” katanya.

Kehadiran program kurban tersebut disambut positif masyarakat desa penerima. Kepala Dusun Akacipong, Basri, mengaku warga Dusun Boasing untuk pertama kalinya benar-benar merasakan distribusi bantuan hewan kurban secara langsung.
Menurut dia, selama ini masyarakat di dusunnya sering terkendala akses dan jarak distribusi karena posisi wilayah yang cukup jauh dari desa induk.
“Selama ini bantuan hewan kurban lebih banyak terpusat di wilayah yang dekat desa induk. Masyarakat Dusun Boasing jarang merasakan secara langsung. Program dari KPR Silika ini menjadi yang pertama benar-benar dirasakan masyarakat kami,” ujarnya.
Basri menilai pemerataan distribusi bantuan kurban menjadi bentuk perhatian yang sangat berarti bagi masyarakat di wilayah pelosok desa lingkar tambang.
Dampak program tersebut juga dirasakan peternak lokal. Kaimah, peternak sapi asal Desa Waemputang, mengatakan momentum Idul Adha tahun ini membawa peningkatan permintaan hewan ternak yang cukup signifikan.

Ia menyebut keterlibatan perusahaan dalam membeli sapi dari peternak lokal memberi dorongan positif terhadap usaha ternak masyarakat.
“Momentum Idul Adha tahun ini penjualan ternak meningkat cukup besar. Bagi kami peternak, kegiatan seperti ini sangat membantu pengembangan usaha ternak lokal dan meningkatkan nilai jual sapi,” kata Kaimah.
Menurutnya, efek ekonomi dari penjualan hewan kurban ikut menghidupkan aktivitas masyarakat lain, mulai dari distribusi ternak hingga usaha makanan yang memanfaatkan peningkatan konsumsi daging selama Idul Adha.
Program distribusi hewan kurban itu menjadi salah satu bentuk pendekatan sosial perusahaan dalam membangun hubungan berkelanjutan dengan masyarakat lingkar tambang, sekaligus memastikan keberadaan investasi dapat memberi dampak langsung bagi kehidupan warga sekitar.















