Scroll untuk baca artikel
BirokrasiKesehatanSosial

Kemenhaj dan Umrah Bombana Matangkan Skenario Penjemputan Jemaah Haji, Utamakan Kenyamanan dan Keselamatan

18
×

Kemenhaj dan Umrah Bombana Matangkan Skenario Penjemputan Jemaah Haji, Utamakan Kenyamanan dan Keselamatan

Sebarkan artikel ini
Ketgam: Rapat koordinasi persiapan pemulangan dan penjemputan jemaah haji Kabupaten Bombana tahun 2026 yang digelar Kantor Kementerian Haji dan Umrah Bombana bersama Dinas Perhubungan, Satpol PP, TNI, Polri, Kementerian Agama, dan instansi terkait guna memastikan proses kepulangan 127 jemaah haji berlangsung aman, tertib, dan lancar. (Foto: Infobombana.id)

Rumbia, Infobombana.id – Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj dan Umrah) Kabupaten Bombana mulai mematangkan skenario pemulangan dan penjemputan jemaah haji asal Bombana yang dijadwalkan tiba di daerah pada akhir Juni 2026. Rapat tersebut dihelat di Aula Kantor Kemenhaj setempat, Kamis (18/6/2026).

Kepala Kantor Kemenhaj dan Umrah Bombana, H. Surahman, S.HI, mengatakan pihaknya telah menggelar rapat koordinasi bersama pemerintah daerah yang melibatkan Kementerian Agama, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatam, Kepolisian, TNI, serta instansi terkait lainnya guna memastikan proses kepulangan jemaah berlangsung aman, tertib, dan nyaman.

“Pada hari ini, kami melaksanakan rapat bersama pihak-pihak terkait untuk membahas rencana pemulangan jemaah haji Bombana,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, sejumlah hal teknis menjadi perhatian utama. Dinas Perhubungan membahas penataan dan ketertiban para pedagang yang berjualan di kawasan Alun-Alun Rumbia, khususnya di depan Masjid Agung Nurul Iman yang akan menjadi lokasi penerimaan dan penjemputan jemaah haji. Perhubungan juga mwmbahas soal kesiapan bus/angkutan bagi jemaah.

Sementara itu, pihak Satpol PP menyampaikan kesiapan personelnya untuk melakukan pengamanan selama proses penjemputan berlangsung. Pengamanan tersebut akan dilakukan secara terpadu bersama unsur Kepolisian dan TNI guna memastikan kelancaran arus kendaraan maupun aktivitas masyarakat yang hadir menyambut kedatangan jemaah.

Baca juga:

Dokter Pendamping Kloter 38 Wafat di Tanah Suci, Kementerian Haji dan Umrah Bombana Sampaikan Duka

Selain itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bombana, H. Adnan Saufi, turut menyampaikan sejumlah penekanan terkait teknis penjemputan jemaah haji. Ia menyoroti pentingnya ketelitian para petugas dalam mengamankan barang bawaan jemaah, pengaturan proses penurunan jemaah dari kendaraan, hingga mekanisme pengawalan selama perjalanan menuju lokasi penerimaan.

Dalam kesempatan tersebut, Kementerian Agama juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Bombana pada proses pemberangkatan jemaah haji tahun 2026. Pasalnya, para jemaah mendapat pengawalan langsung dari personel Satpol PP sejak keberangkatan dari Bombana hingga tiba di Bandara Haluoleo Kendari.

Berdasarkan data Kemenhaj dan Umrah Bombana, sebanyak 127 jemaah haji Bombana tergabung dalam Kloter 38. Mereka dijadwalkan tiba di Makassar pada 29 Juni 2026 sebelum melanjutkan perjalanan menuju Sulawesi Tenggara.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 126 jemaah akan kembali ke Bombana melalui Bandara Haluoleo Kendari pada 30 Juni 2026. Sementara seorang jemaah lainnya akan langsung menuju Parepare, Sulawesi Selatan.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Bombana, H. Surahman, S. Hi

Menurut Surahman, pembahasan skenario penjemputan menjadi penting karena kondisi fisik jemaah umumnya mengalami kelelahan setelah menempuh perjalanan panjang dari Arab Saudi hingga Indonesia.

“Kami ingin memastikan jemaah bisa tiba dengan nyaman, bertemu keluarganya dalam kondisi baik, dan setelah acara penerimaan tidak terlalu lama sehingga mereka bisa segera kembali ke rumah masing-masing dengan selamat,” katanya.

Meski secara umum kondisi jemaah Bombana dilaporkan baik, pihaknya mengakui gangguan kesehatan ringan tetap ditemukan selama pelaksanaan ibadah haji. Namun, seluruh kondisi tersebut dapat ditangani berkat kerja sama petugas kesehatan, perawat, dokter kloter, dan pembimbing ibadah.

“Alhamdulillah sampai saat ini semua bisa diantisipasi dan ditangani dengan baik,” ujarnya.

Surahman juga mengungkapkan bahwa seluruh jemaah haji Bombana telah menyelesaikan rangkaian utama ibadah haji, baik rukun maupun wajib haji. Dalam waktu dekat, para jemaah dijadwalkan bergeser dari Makkah menuju Madinah sebelum kembali ke Tanah Air.

“Alhamdulillah sampai saat ini jemaah kita sudah selesai melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji, baik rukunnya maupun wajibnya. Insya Allah tanggal 20 mereka mulai bergeser ke Madinah dan berada di sana sekitar delapan hari sebelum kembali ke Indonesia,” jelasnya.

Belajar dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, tantangan yang kerap muncul saat proses pemulangan adalah adanya perubahan jadwal penerbangan yang dapat memengaruhi perjalanan lanjutan para jemaah.

“Kalau rawan sebenarnya tidak terlalu signifikan. Hanya kadang ada perubahan jadwal penerbangan yang tidak terduga sehingga berdampak pada tiket lanjutan yang sudah terlanjur dipesan. Ini yang harus dikoordinasikan kembali dengan pihak maskapai,” katanya.

Meski demikian, ia optimistis proses kepulangan jemaah haji Bombana tahun ini dapat berjalan lancar berkat dukungan pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait.

“Kami berharap dan terus berdoa agar seluruh jemaah haji Bombana dapat kembali ke tanah air dan ke daerah dalam keadaan sehat, selamat, serta menjadi haji yang mabrur,” ujar Surahman

Penulis: MUHAMMAD JAMILEditor: REDAKSI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!