Scroll untuk baca artikel
HeadlineHUKUM

Lima Korban Tewas dalam Kebakaran Rumah di Bombana Masih Menunggu Konfirmasi Resmi Polisi

44
×

Lima Korban Tewas dalam Kebakaran Rumah di Bombana Masih Menunggu Konfirmasi Resmi Polisi

Sebarkan artikel ini

RUMBIA, INFOBOMBANA.ID – Kebakaran rumah yang terjadi di Dusun Tondopi, Desa Tongkoseng, Kecamatan Tontonunu, Kabupaten Bombana, Kamis, (6/8/2026), memicu perhatian luas masyarakat. Informasi yang beredar menyebutkan sedikitnya lima orang meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. Namun, hingga kini aparat kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan belum memberikan keterangan resmi mengenai jumlah korban maupun penyebab kebakaran.

Kabar duka itu pertama kali menyebar melalui media sosial. Salah satunya berasal dari unggahan akun Facebook bernama Sahrul Gelo yang meminta pemerintah daerah segera turun ke lokasi karena menilai musibah tersebut sebagai kejadian luar biasa.

“Menurutku itu sudah masuk kejadian luar biasa,” tulis akun tersebut dalam unggahannya yang kemudian ramai dibagikan warganet.

Informasi serupa disampaikan Anggota DPRD Bombana, Suryadi, melalui Grup WhatsApp Kewaspadaan Dini Bombana. Dalam pesannya, ia menyebut kebakaran rumah di Dusun Tondopi mengakibatkan lima warga meninggal dunia serta meminta instansi terkait segera melakukan penanganan.

Meski demikian, informasi mengenai jumlah korban masih belum dapat dipastikan. Humas Polres Bombana, Iptu Abdul Hakim, mengatakan seluruh personel masih berada di lokasi untuk melakukan olah TKP.

“Belum ada hasil olah TKP, masih di TKP semua personel,” kata Abdul Hakim saat dikonfirmasi.

Di sisi lain, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bombana mengaku tidak menerima laporan saat kebakaran berlangsung. Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Bombana, Waridin, menjelaskan Desa Tongkoseng merupakan wilayah dengan keterbatasan jaringan telekomunikasi sehingga informasi kejadian tidak segera diterima.

“Wilayah Desa Tongkoseng adalah wilayah yang susah jaringan, sehingga saat kejadian kami tidak mendapatkan laporan. Sampai sekarang kami baru mengetahui peristiwa itu dari postingan media sosial,” ujarnya.

Waridin menyampaikan belasungkawa atas musibah tersebut dan mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama pada musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.

Ia juga mengimbau setiap desa dan kelurahan memiliki alat pemadam api ringan (APAR) sebagai langkah awal mengendalikan api sebelum membesar. Selain itu, masyarakat diminta memastikan instalasi listrik dalam kondisi baik, tidak meninggalkan perangkat elektronik yang sedang mengisi daya, serta memastikan area dapur aman sebelum meninggalkan rumah atau beristirahat.

Hingga berita ini ditulis, penyebab kebakaran, identitas korban, nilai kerugian, serta kronologi lengkap peristiwa masih menunggu hasil penyelidikan Polres Bombana. Informasi mengenai dugaan lima korban meninggal dunia juga masih menunggu konfirmasi resmi dari kepolisian dan pemerintah setempat agar tidak menimbulkan simpang siur di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *