
Rumbia, Infobombana.id – Di tengah derasnya arus digitalisasi, dunia pendidikan dituntut bergerak lebih cepat dari sekadar rutinitas belajar mengajar di ruang kelas. Guru tak lagi hanya menjadi pengajar, tetapi juga penuntun generasi menghadapi perubahan zaman yang terus bergerak tanpa jeda.
Di Kabupaten Bombana, upaya memperkuat kualitas pendidikan itu mulai membuahkan hasil. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bombana baru saja meraih penghargaan nasional dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Sebuah capaian yang lahir dari kerja panjang memperkuat mutu tenaga pendidik di daerah.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bombana, Nina Meirina,, S.H., M.H, mengatakan penghargaan tersebut tidak terlepas dari dukungan penuh Bupati Bombana terhadap program-program pengembangan pendidikan.
“Bupati kami, itu poin penting yang harus ditunjukkan. Saat saya konsultasi dan program itu dianggap membawa arah positif serta bisa menjadi kebiasaan nasional, beliau langsung memberikan dukungan penuh,” kata Nina saat diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (25/5/2026).
Bagi Nina, dukungan kepala daerah menjadi energi penting di tengah tantangan pendidikan yang kian kompleks, mulai dari efisiensi anggaran hingga tuntutan modernisasi pembelajaran.
“Walaupun saya menjelaskan bahwa ini demi pengembangan guru, tetapi peran Pak Bupati selaku pimpinan daerah sangat luar biasa dalam mendorong kemajuan pendidikan di Kabupaten Bombana,” ujarnya.
Saat ini, kata Nina, Dinas Pendidikan Bombana tengah berfokus memperkuat kualitas tenaga pendidik melalui metode pembelajaran yang lebih adaptif, utamanya era digitalisasi menuju 5.0. Melalui surat edaran (SE) terbaru, para guru diharapkan lebih terarah dalam meningkatkan kapasitas dan kompetensi mereka.
“Harapan kami terkait pemberlakuan surat edaran ini adalah agar kualitas tenaga pendidik menjadi lebih terarah dan fokus dalam mengembangkan metode pembelajaran yang baru. Saat ini kita menuju era digitalisasi 5.0, sehingga banyak hal yang harus terus di-update oleh para guru, mulai dari jenjang PAUD, SD, hingga SMP,” katanya.
Baca juga:
Sosok Nina Meirina, Plt Kadisdikbud Bombana yang Langsung Bawa Penghargaan Nasional
Ia juga mendorong kolaborasi lebih kuat antara pengawas sekolah dan Dinas Pendidikan agar pembinaan guru berjalan lebih optimal.
Pengalaman Nina sebagai tenaga pendidik membuatnya memahami tantangan yang dihadapi guru di lapangan. Sebelum menjabat sebagai Plt Kadisdikbud Bombana, ia pernah mengajar di SMA Negeri 1 Rumbia pada 2009 dan menjadi staf di bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) pada 2013 hingga 2015. Hingga kini, ia masih aktif mengajar sebagai tutor di Universitas Terbuka sejak 2011. Di wilayah Pemkab Bombana, Nina menduduki jabatan Kabag Hukum.
“Pada dasarnya saya berasal dari seorang guru. Jadi saya memahami bagaimana tantangan pendidikan saat ini, terutama dalam meningkatkan kualitas guru,” ujarnya.
Karena itu, Dinas Pendidikan Bombana mulai menghidupkan kembali Kelompok Kerja Guru (KKG), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), serta komunitas belajar guru yang dinilai penting untuk menjaga budaya belajar di kalangan tenaga pendidik.
“Salah satu poin yang ingin kami hidupkan kembali adalah KKG, MGMP, dan komunitas belajar. Guru harus terus memperbarui ilmu setiap hari. Tidak bisa murid lebih siap daripada gurunya,” kata Nina.
Di tengah keterbatasan anggaran daerah, ia menegaskan peningkatan kualitas guru tetap harus menjadi prioritas. Sebab, menurut dia, masa depan pendidikan daerah sangat bergantung pada kualitas para pendidiknya.
Bagi Nina, penghargaan nasional yang diraih Bombana bukan akhir perjalanan, melainkan penanda bahwa dunia pendidikan di daerah harus terus bergerak maju.
“Setiap daerah punya strategi masing-masing. Tapi yang paling penting adalah bagaimana program itu benar-benar berjalan dan memberi dampak. Kami hanya mencoba menghidupkan kembali hal-hal positif agar guru-guru terus berkembang dan dunia pendidikan di Bombana semakin maju,” ujarnya.














