Scroll untuk baca artikel
BirokrasiSosial

Rp30,9 Miliar Digelontorkan untuk Jalan Kasipute–Bambaea, Gubernur Sultra Bidik Konektivitas Empat Kabupaten

318
×

Rp30,9 Miliar Digelontorkan untuk Jalan Kasipute–Bambaea, Gubernur Sultra Bidik Konektivitas Empat Kabupaten

Sebarkan artikel ini


RUMBIA, INFOBOMBANA.ID– Peningkatan jalan Kasipute–Lora–Bambaea di Kabupaten Bombana menjadi bagian dari agenda besar Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk membuka konektivitas antarwilayah. Proyek sepanjang sekitar 10 kilometer dengan anggaran Rp30,9 miliar itu ditinjau langsung Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, Rabu (4/11/ 2026).

Kunjungan tersebut bukan semata melihat pekerjaan fisik di lapangan. Ruas jalan itu memiliki posisi strategis dalam menghubungkan mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi, terutama di wilayah yang selama ini membutuhkan akses transportasi lebih baik.

Di lokasi peninjauan, Andi Sumangerukka melihat langsung kondisi ruas jalan sekaligus progres pekerjaan peningkatan infrastruktur yang dibiayai melalui anggaran Pemerintah Provinsi Sultra Tahun Anggaran 2026.

Gubernur menegaskan, pembangunan jalan yang menghubungkan antarkabupaten menjadi salah satu prioritas pemerintah provinsi pada tahun ini. Persoalan konektivitas, menurut dia, bukan hanya menyangkut ketersediaan infrastruktur, tetapi juga efisiensi perjalanan masyarakat.

Ia menjelaskan, pembangunan dan peningkatan sejumlah ruas jalan diarahkan untuk memperkuat keterhubungan Kabupaten Bombana, Kolaka Timur, Kolaka, hingga Konawe Selatan.

Dengan konektivitas yang semakin baik, masyarakat diharapkan tidak lagi harus menempuh perjalanan memutar untuk menjangkau wilayah lain. Akses distribusi barang dan hasil produksi masyarakat pun berpeluang menjadi lebih efisien.

Pemerintah provinsi, kata dia, juga tidak hanya memusatkan pembangunan infrastruktur di wilayah daratan. Kawasan kepulauan turut menjadi bagian dari perhatian pembangunan Sultra.

Ruas Kasipute–Lora–Bambaea menjadi salah satu titik penting dalam agenda peningkatan konektivitas tersebut. Dengan panjang penanganan sekitar 10 kilometer dan alokasi anggaran Rp30,9 miliar, proyek ini diharapkan memperlancar hubungan antarkawasan di Bombana.

Dampaknya tidak berhenti pada kelancaran perjalanan. Infrastruktur jalan yang memadai juga berkaitan langsung dengan akses masyarakat terhadap pelayanan publik, distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta pergerakan ekonomi lokal.

Di Bombana saat ini, dukungan pembangunan dari pemerintah provinsi menjadi agenda paling penting bagi karena konektivitas wilayah tidak sepenuhnya dapat diselesaikan melalui kebijakan pemerintah kabupaten.

Sementara itu, Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si., yang mendampingi peninjauan tersebut, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, khususnya Gubernur Andi Sumangerukka, atas perhatian dan alokasi anggaran pembangunan infrastruktur jalan di daerahnya.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bombana dan seluruh masyarakat, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas dukungan pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Bombana,” ujar Burhanuddin.

Ia berharap sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten terus diperkuat untuk mempercepat pembangunan, membuka akses konektivitas antarwilayah, sekaligus meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Kedatangan Gubernur disambut Burhanuddin bersama Wakil Bupati Bombana Ahmad Yani, S.Pd., M.Si., unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta jajaran kepala perangkat daerah.

Peninjauan lapangan itu sekaligus menjadi momentum untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai perencanaan. Pemerintah daerah berharap pekerjaan peningkatan jalan Kasipute–Lora–Bambaea dapat diselesaikan tepat waktu, memenuhi standar mutu, serta mengikuti ketentuan yang berlaku.

Namun, ukuran keberhasilan proyek infrastruktur pada akhirnya bukan semata panjang jalan yang dikerjakan atau besarnya anggaran yang terserap. Manfaatnya akan benar-benar terlihat ketika akses masyarakat semakin mudah, biaya perjalanan lebih efisien, dan aktivitas ekonomi tumbuh di wilayah yang dilalui.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *