RUMBIA, INFOBOMBANA.ID – Pemerintah Kabupaten Bombana mengevaluasi perkembangan harga dan ketersediaan pangan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga serta mengantisipasi tekanan inflasi di daerah.
Evaluasi tersebut dibahas dalam rapat internal Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Bombana yang dipimpin Sekretaris Daerah Bombana Ir. Syahrun, ST, MPWK, di Ruang Rapat Measa Laro, Lantai 2 Kantor Bupati Bombana, Selasa (22/9/2026).
Rapat tersebut digelar sebagai tindak lanjut Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang sebelumnya dilaksanakan secara daring pada Senin (21/9/2026).
Pembahasan diarahkan pada sejumlah persoalan yang berkaitan langsung dengan stabilitas pangan, mulai dari perkembangan harga, ketersediaan pasokan, distribusi, hingga efektivitas intervensi pemerintah terhadap komoditas yang mengalami kenaikan harga.

Salah satu perhatian TPID adalah kenaikan harga beras. Tim melakukan evaluasi terhadap komoditas yang mengalami tekanan harga dengan melihat jenis komoditas, besaran kenaikan, faktor penyebab, langkah yang telah dilakukan, serta hasil intervensi yang sudah dilaksanakan.
Evaluasi tersebut diperlukan untuk menentukan langkah lanjutan, terutama terhadap komoditas yang masih mengalami kenaikan harga.
Selain pengendalian harga, pemerintah daerah membahas penguatan produksi pangan lokal. Optimalisasi Gerakan Mandiri Produksi Gabah (Gema Gabah) menjadi salah satu langkah yang dibahas untuk memperkuat produksi dan ketersediaan pangan di daerah.
Sinkronisasi data pangan juga menjadi bagian penting dalam rapat tersebut. Data mengenai produksi, stok, kebutuhan, dan harga dinilai diperlukan sebagai dasar pemerintah dalam menentukan kebijakan intervensi sekaligus memastikan pelaporan kondisi pangan daerah berjalan secara akurat.
Pada aspek ketersediaan, TPID memberikan perhatian terhadap sejumlah komoditas strategis, seperti beras, cabai, bawang, telur, ayam, dan ikan.
Sementara pada sisi distribusi, pemerintah membahas upaya menghilangkan berbagai hambatan dalam rantai pasok, terutama dari sentra produksi menuju pasar di wilayah Bombana.
Kerja sama antardaerah turut menjadi salah satu opsi dalam pemenuhan kebutuhan komoditas. Langkah tersebut diperlukan ketika produksi atau pasokan dari dalam daerah belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Melalui rapat tersebut, TPID Bombana melakukan pemetaan terhadap persoalan harga dan pasokan pangan sekaligus menyiapkan langkah tindak lanjut untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat.
Pengendalian inflasi daerah tidak hanya bergantung pada intervensi harga, tetapi juga membutuhkan penguatan produksi, kepastian pasokan, kelancaran distribusi, serta data pangan yang terintegrasi.














