Scroll untuk baca artikel
HUKUMInspirasiSosial

SRI Sultra Gelar Semarak Kemerdekaan di Momentum Maulid Nabi Muhammad SAW

165
×

SRI Sultra Gelar Semarak Kemerdekaan di Momentum Maulid Nabi Muhammad SAW

Sebarkan artikel ini

KENDARI, INFOBOMBANA.ID – Suasana semarak kemerdekaan terasa berbeda di kawasan Pemukiman TPU Punggolaka, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Di tengah momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, SRI Sultra menggelar rangkaian kegiatan yang memadukan pembinaan keagamaan, kepedulian sosial, serta permainan tradisional bagi anak-anak.

Kegiatan tersebut menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat, khususnya para mustahik dan anak-anak di kawasan pemukiman TPU Punggolaka. Mereka berkumpul sekaligus menikmati suasana perayaan kemerdekaan dalam nuansa penuh keceriaan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembinaan mustahik yang mengambil hikmah dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Para peserta diajak meneladani akhlak Rasulullah, terutama nilai kepedulian, kesabaran, kejujuran, serta semangat berbagi kepada sesama.

Momentum Maulid tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat nilai sosial dan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Koordinator SRI Sultra, Hasfil, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dikemas dengan memadukan unsur pembinaan dan hiburan agar pesan-pesan kebaikan dapat diterima masyarakat dalam suasana yang lebih dekat dan menyenangkan.

“Maulid Nabi mengajarkan kita tentang keteladanan Rasulullah SAW. Semangat itu ingin kami hadirkan dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya melalui kepedulian kepada mustahik dan membangun kebersamaan dengan masyarakat,” ujar Hasfil.»

Menurut dia, kemerdekaan juga memiliki makna yang lebih luas. Selain mengenang perjuangan para pahlawan, semangat kemerdekaan perlu diisi dengan kegiatan positif yang dapat mempererat persaudaraan dan menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat.

“Kami ingin anak-anak juga merasakan semarak kemerdekaan. Mereka bisa bermain, tertawa, sekaligus belajar tentang kerja sama, sportivitas, dan kebersamaan,” katanya.

Anak-anak Antusias Ikuti Permainan

Keceriaan semakin terlihat ketika anak-anak mengikuti berbagai permainan yang telah disiapkan panitia. Salah satu permainan yang menarik perhatian adalah estafet air. Dalam permainan tersebut, anak-anak harus bekerja sama memindahkan air secara berantai hingga mencapai wadah yang telah disediakan.

Tawa dan sorak-sorai terdengar dari anak-anak yang mengikuti maupun menyaksikan perlombaan. Meski sederhana, permainan itu mampu menciptakan suasana akrab dan penuh kegembiraan.

“Seru sekali. Tadi airnya banyak yang tumpah, tapi tidak apa-apa. Yang penting ramai dan bisa main sama teman-teman,” ujar Aulia dengan wajah ceria.

Aulia berharap permainan serupa kembali digelar pada kesempatan berikutnya. “Senang sekali. Bisa lomba sama teman-teman dan dapat hadiah. Semoga tahun depan ada lagi,” katanya.

Selain estafet air, anak-anak juga mengikuti permainan memasukkan paku ke dalam botol. Permainan tersebut membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan konsentrasi.

Para peserta tampak serius berusaha memasukkan paku ke dalam botol dengan gerakan yang terukur. Sementara itu, teman-teman mereka memberikan dukungan dari sisi arena permainan.

“Jangan menyerah! Ayo bisa! Di kiri, kasi ke kanan!” teriak sejumlah anak menyemangati peserta.

Suasana tersebut menunjukkan bahwa kebahagiaan tidak selalu harus diwujudkan melalui kegiatan besar dan mewah. Permainan sederhana dapat menjadi sarana mempererat hubungan antarwarga sekaligus memberikan ruang bagi anak-anak untuk bermain dan menikmati suasana kemerdekaan.

Dorong Kepedulian Berkelanjutan

Bagi SRI Sultra, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan kegiatan sosial yang menyentuh langsung masyarakat.

Hasfil mengatakan pembinaan mustahik dan kegiatan bersama anak-anak diharapkan tidak berhenti sebagai agenda sesaat. Menurutnya, kepedulian terhadap masyarakat perlu dibangun secara konsisten dengan melibatkan berbagai unsur.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan kegembiraan hari ini, tetapi juga meninggalkan nilai. Ada nilai agama dari hikmah Maulid, ada nilai perjuangan dari semangat kemerdekaan, dan ada nilai kebersamaan dari permainan yang dilakukan anak-anak,” ujarnya.

Ia menambahkan, masyarakat di kawasan Pemukiman TPU Punggolaka memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perhatian dan ruang kebersamaan.

Karena itu, kegiatan sosial diharapkan dapat menjadi jembatan untuk memperkuat hubungan antara relawan, masyarakat, serta kelompok yang membutuhkan perhatian.

“Semoga apa yang kami lakukan menjadi amal kebaikan. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kepedulian, saling membantu dan tidak melupakan saudara-saudara kita yang membutuhkan,” tuturnya.

Menjelang kegiatan berakhir, suasana di lokasi masih dipenuhi keceriaan anak-anak. Mereka saling bercerita mengenai permainan yang baru saja diikuti. Ada yang bangga karena memenangkan perlombaan, sementara sebagian lainnya tetap menikmati kegiatan meski belum menjadi pemenang.

Bagi mereka, kegiatan tersebut bukan sekadar soal menang atau kalah. Lebih dari itu, momen tersebut menjadi kesempatan untuk berkumpul, bermain, dan merasakan semarak kemerdekaan bersama teman-teman.

Perpaduan pembinaan mustahik dengan hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW dan kegiatan permainan dalam rangka menyemarakkan kemerdekaan menjadi gambaran bahwa peringatan hari besar keagamaan maupun nasional dapat diisi dengan kegiatan sederhana yang memiliki nilai sosial.

Dari Pemukiman TPU Punggolaka, semangat kemerdekaan dan keteladanan Rasulullah SAW dipertemukan dalam satu ruang kebersamaan, tentang kepedulian kepada sesama, kegembiraan anak-anak, serta harapan agar nilai-nilai kebaikan terus tumbuh di tengah masyarakat Kota Kendari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *