Scroll untuk baca artikel
PolitikInspirasi

Batu Pertama Kantor PDI–P Bombana Jadi Sinyal Konsolidasi Menuju Target Tujuh Kursi

73
×

Batu Pertama Kantor PDI–P Bombana Jadi Sinyal Konsolidasi Menuju Target Tujuh Kursi

Sebarkan artikel ini
Ketia DPC–PDI-P Bombana, Andi Kuhammad Khaekal tengah meletakkan batu pertama pembangunan kantor baru PDI-P, bertempat di simpang empat grand Lampusui, , Jalan poros Ibukota Kabupaten Bombana, Selasa (2/6/2026).

Rumbia, Infobombana.id – Siang itu, di sudut Simpang Empat Grand Lampusui, Jalan Poros Rumbia, sebuah batu diletakkan di atas sebidang tanah yang belum lama dibersihkan. Tidak ada yang istimewa dari sepotong batu itu. Ia hanya benda mati yang akan tertimbun semen, menyatu dengan pondasi bangunan yang kelak berdiri di atasnya.

Namun bagi PDI Perjuangan Kabupaten Bombana, batu pertama yang diletakkan pada Selasa (2/6/2026) membawa makna yang jauh melampaui urusan konstruksi. Peletakan batu pertama itu menjadi penanda sebuah fase baru, fase ketika partai berlambang banteng itu berusaha mengubah pertumbuhan elektoral menjadi kekuatan politik yang lebih mapan.

Di atas lahan yang menghadap salah satu simpul lalu lintas penting ibu kota kabupaten, kantor baru DPC PDI Perjuangan Bombana mulai direncanakan berdiri. Bangunan itu diharapkan menjadi rumah politik bagi kader, sekaligus pusat konsolidasi menuju pertarungan elektoral berikutnya.

Ketua DPC PDI Perjuangan Bombana, Andi Muhammad Khaekal, memandang pembangunan kantor tersebut sebagai kelanjutan dari perjalanan panjang yang dirintis para pendahulunya.

Perjalanan itu tidak berlangsung dalam satu lompatan. Hal itu bisa dbuktikan pada Pemilu 2014, PDI Perjuangan hanya mampu mengirim satu wakil ke DPRD Bombana. Lima tahun kemudian jumlah itu bertambah menjadi dua kursi. Pada Pemilu 2024, perolehan kembali meningkat menjadi empat kursi.

Di mata Khaekal, angka-angka tersebut bukan sekadar bilangan statistik di pemilu, namun semua itu merupakan jejak pertumbuhan yang harus dijaga agar tidak berhenti di tengah jalan.
Karena itu, target yang dipasang partai tidak lagi sebatas mempertahankan capaian. Mereka membidik enam hingga tujuh kursi DPRD pada pemilu 2029 mendatang.

Target tersebut terdengar ambisius. Namun bagi partai besutan Megawati Soekarno Putri ini, ambisi politik selalu membutuhkan fondasi yang kokoh. Dan fondasi itu, menurut Khaekal, tidak hanya dibangun melalui sosok figur, melainkan melalui organisasi yang bekerja hingga ke lapisan paling bawah.
Di sinilah makna kantor baru itu menjadi penting.

Bangunan yang kini masih berupa pondasi tersebut tidak hanya dirancang  sebagai sekretariat administratif. Ia diproyeksikan menjadi ruang pertemuan gagasan, tempat kader berkonsolidasi, sekaligus rumah aspirasi bagi masyarakat.

“Kami ingin kantor ini menjadi rumah bersama bagi kader dan masyarakat. Tempat orang datang menyampaikan harapan dan tempat partai mencari solusi atas persoalan yang mereka hadapi,” kata Khaekal.

Baca Juga: PDI-P Bombana Tegaskan Dukungan untuk Pemerintahan Burhanuddin, Khaekal: Kontestasi Sudah Selesai

Di tengah politik yang kerap dipenuhi simbolisme, pembangunan kantor itu juga menjadi cara partai menjawab keraguan publik terhadap tradisi seremoni yang sering berhenti pada peletakan batu pertama. Karena itu, DPC menargetkan struktur lantai satu dapat berdiri sebelum akhir tahun ini. Bagi mereka, batu pertama harus berlanjut menjadi bangunan nyata.

Tetapi sesungguhnya yang sedang dibangun bukan hanya gedung.
Pada saat yang sama, PDI Perjuangan Bombana sedang menyusun mesin politik hingga ke tingkat desa. Sebanyak 164 pengurus anak cabang telah dibentuk. Tahap berikutnya adalah pembentukan pengurus anak ranting di seluruh desa dan kelurahan.

Targetnya memang tidak kecil. Pada Agustus mendatang, partai menargetkan tiga pengurus anak ranting di masing-masing dari 143 desa dan kelurahan. Jika seluruh rencana itu tercapai, sekitar 429 struktur baru akan terbentuk dan menjadi ujung tombak organisasi di tingkat bawah.

Kerja politik semacam itu boleh dikata jarang terlihat. Tidak semeriah kampanye dan tidak seramai panggung pidato. Tetapi justru dari ruang-ruang kecil di desa, partai biasanya membangun daya tahannya.

Khaekal menyadari betul hal itu. Karena itu ia berulang kali mengingatkan kader bahwa kemenangan politik tidak lahir dari satu tokoh yang bekerja sendirian.

“Superman hanya ada dalam cerita fiksi. Yang dibutuhkan dalam politik adalah super team,” ujarnya.

Pernyataan itu terdengar sederhana, tetapi mencerminkan arah yang sedang ditempuh partainya: membangun kekuatan kolektif, bukan ketergantungan pada figur tunggal.

Maka batu pertama yang diletakkan siang itu pada akhirnya tidak hanya menandai dimulainya pembangunan sebuah kantor. Namun, menjadi simbol dari sesuatu yang lebih besar, upaya membangun rumah politik yang permanen, memperluas akar organisasi hingga ke desa-desa, dan menyiapkan jalan menuju target enam hingga tujuh kursi DPRD pada pemilu mendatang.

Di atas pondasi yang baru mulai disusun itu, PDI Perjuangan Bombana sedang menanam harapan bahwa pertumbuhan yang selama ini terjadi perlahan dapat berlanjut menjadi lompatan politik pada 2029.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!