Scroll untuk baca artikel
AdvertorialBirokrasiSosial

BPBD Bombana Salurkan 4.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Watu-Watu

170
×

BPBD Bombana Salurkan 4.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Watu-Watu

Sebarkan artikel ini

BOMBANA, INFOBOMBANA.ID – Di tengah ancaman kekeringan yang mulai dirasakan masyarakat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bombana bergerak memberikan bantuan air bersih kepada warga yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kali ini, bantuan menyasar masyarakat Desa Watu-Watu, Kecamatan Lantari Jaya, Rabu (4/11/2026).

Sebanyak 4.000 liter air bersih didistribusikan langsung ke lokasi untuk membantu memenuhi kebutuhan 20 kepala keluarga (KK) yang terdampak kekeringan.

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan Pemerintah Desa Watu-Watu yang sebelumnya menyampaikan kondisi sumur-sumur warga mulai mengalami kekeringan. Situasi itu menyebabkan pasokan air bersih semakin terbatas, sementara kebutuhan masyarakat untuk keperluan rumah tangga terus berjalan.

Merespons laporan tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bombana, Drs. Hasdin Ratta, M.Si., langsung menginstruksikan personelnya untuk turun ke lapangan dan melakukan pendistribusian air bersih.

Penyaluran dimulai sekitar pukul 09.57 WITA. Melalui kegiatan tersebut, BPBD berupaya memastikan masyarakat yang mengalami krisis air bersih mendapatkan bantuan secara langsung.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bombana, mengatakan pihaknya berkomitmen untuk terus mengerahkan armada tangki air bersih ke wilayah-wilayah yang mengalami kesulitan pasokan air akibat kekeringan.

Menurutnya, penanganan kebutuhan air bersih menjadi salah satu perhatian BPBD selama kondisi kekeringan masih berlangsung. Karena itu, koordinasi dengan pemerintah desa dan masyarakat sangat diperlukan agar wilayah yang membutuhkan bantuan dapat segera diketahui.

“Kami berkomitmen untuk terus memobilisasi armada tangki air bersih ke wilayah-wilayah kritis yang membutuhkan bantuan selama masa kekeringan berlangsung,” jelas Hasdin.

Ia juga mengimbau masyarakat maupun aparat pemerintah desa yang mengalami krisis air bersih agar segera menyampaikan laporan kepada BPBD Kabupaten Bombana.

Dengan adanya laporan tersebut, pihaknya dapat melakukan pendataan, memetakan kebutuhan masyarakat, serta menyusun jadwal pengiriman suplai air bersih sesuai kondisi di lapangan.

“Apabila terdapat wilayah atau masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih akibat kekeringan, kami mengimbau agar segera melaporkannya kepada BPBD. Dengan adanya laporan tersebut, kami dapat melakukan pendataan dan menjadwalkan pengiriman suplai air bersih sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Bagi BPBD Bombana, penyaluran bantuan air bersih bukan sekadar respons terhadap laporan kekeringan, tetapi juga bagian dari upaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah situasi yang sulit.

Melalui langkah cepat dan koordinasi lintas pemerintahan, BPBD berharap penanganan dampak kekeringan dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

BPBD Kabupaten Bombana juga mengajak pemerintah desa dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat komunikasi dengan petugas, sehingga setiap kondisi darurat akibat kekeringan dapat segera ditangani. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *