Scroll untuk baca artikel
HUKUM

Kapolda Sultra Gandeng Tokoh Agama Perkuat Kerukunan dan Perangi Narkoba Jelang Hari Bhayangkara ke-80

4
×

Kapolda Sultra Gandeng Tokoh Agama Perkuat Kerukunan dan Perangi Narkoba Jelang Hari Bhayangkara ke-80

Sebarkan artikel ini

KENDARI, INFOBOMBANA.ID – Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) memperkuat kolaborasi dengan tokoh lintas agama sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan dan memperkokoh persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

Komitmen tersebut ditandai melalui silaturahmi Kapolda Sultra Brigjen Pol. Dr. Himawan Bayu Aji, bersama Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sultra dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sultra di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sultra, Senin (29/6/2026).

Pertemuan itu menjadi ruang dialog antara kepolisian, pemerintah, dan para pemuka agama untuk membahas berbagai tantangan sosial yang berpotensi mengganggu keamanan daerah, mulai dari ancaman penyalahgunaan narkoba hingga potensi konflik akibat penyebaran informasi di media sosial.

Kapolda Sultra hadir didampingi Wakapolda Sultra Brigjen Pol. Budi Hermawan bersama sejumlah pejabat utama Polda Sultra. Turut hadir Kepala Kanwil Kementerian Agama Sultra H. Mansur, Ketua FKUB Sultra KH. Muslim, serta perwakilan organisasi keagamaan Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Kepala Kanwil Kementerian Agama Sultra menegaskan bahwa kerukunan umat beragama tidak lahir secara otomatis, melainkan harus dibangun melalui komunikasi yang intensif, dialog yang terbuka, dan komitmen bersama seluruh elemen masyarakat.

Senada dengan itu, Ketua FKUB Sultra menilai komunikasi lintas agama menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas daerah, termasuk menyelesaikan persoalan sosial seperti pembangunan rumah ibadah melalui musyawarah sehingga keharmonisan antarumat tetap terpelihara.

Kapolda Sultra menegaskan bahwa menjaga keamanan bukan semata menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh komponen masyarakat, terutama para tokoh agama yang memiliki pengaruh besar dalam membangun kesadaran sosial.

“Kami mengajak para tokoh agama untuk terus memberikan edukasi, masukan, serta memperkuat komunikasi dengan kepolisian dalam upaya pencegahan maupun penegakan hukum,” ujar Himawan.

Dialog yang berlangsung hangat itu juga melahirkan sejumlah masukan strategis. Perwakilan Muhammadiyah Sultra mengusulkan agar pendekatan keagamaan diperkuat dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda.

Sementara itu, perwakilan Wanita Hindu Dharma Indonesia mengingatkan bahwa persoalan narkoba di Sulawesi Tenggara telah memasuki kondisi yang memerlukan penanganan lebih komprehensif. Di sisi lain, Ketua Gereja Evangelis Protestan (GEP) Sultra menyoroti pentingnya mengantisipasi penyebaran informasi provokatif di media sosial yang berpotensi memicu konflik sosial dan mengganggu persatuan masyarakat.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kapolda menegaskan bahwa komunikasi menjadi kunci utama dalam mencegah kesalahpahaman sekaligus memperkuat ketahanan sosial masyarakat.

Ia juga menekankan bahwa pemberantasan narkoba tidak cukup dilakukan melalui penegakan hukum semata, tetapi harus dibarengi dengan edukasi yang masif, rehabilitasi bagi para pecandu, serta penguatan ketahanan mental masyarakat agar tidak mudah terjerumus.

Selain itu, Polda Sultra akan terus mengoptimalkan deteksi dini terhadap potensi intoleransi melalui fungsi Intelkam dan Binmas, termasuk memperluas edukasi kepada masyarakat melalui media sosial yang kini memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan publik.

Silaturahmi tersebut sekaligus menegaskan bahwa keberhasilan menjaga keamanan dan ketertiban tidak hanya bergantung pada aparat penegak hukum, melainkan juga pada sinergi pemerintah, tokoh agama, dan seluruh lapisan masyarakat.

Mengusung semangat “Polri untuk Masyarakat”, Polda Sulawesi Tenggara berharap kolaborasi yang terus diperkuat bersama FKUB dan seluruh elemen bangsa mampu menghadirkan situasi yang aman, damai, serta memperkokoh persatuan dalam bingkai keberagaman Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *