HUKUMSosial

Wakapolri Tinjau SPPG Polres Baubau, Tegaskan Peran Polri Dukung Program Gizi Nasional

3
×

Wakapolri Tinjau SPPG Polres Baubau, Tegaskan Peran Polri Dukung Program Gizi Nasional

Sebarkan artikel ini

Baubau, Infobombana.id – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Dedi Prasetyo, meninjau kesiapan Gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Baubau, Sulawesi Tenggara, Selasa, 21 April 2026.

Kunjungan ini menyoroti peran kepolisian dalam mendukung agenda pembangunan sumber daya manusia melalui program prioritas pemerintah.

SPPG yang berada di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional tersebut menjadi bagian dari implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang bertujuan memperbaiki kualitas gizi masyarakat. Fasilitas ini difungsikan sebagai pusat produksi sekaligus distribusi makanan bergizi, terutama bagi kelompok rentan.

Dalam peninjauan itu, Dedi memeriksa sejumlah aspek operasional, mulai dari rantai pasok bahan pangan, standar higienitas dan sanitasi, hingga proses penyajian makanan. Ia juga menyaksikan langsung penyaluran bantuan paket gizi kepada ibu hamil, ibu menyusui, lansia, dan pelajar.

“Kehadiran SPPG ini menunjukkan bahwa Polri tidak hanya berfokus pada keamanan, tetapi juga ikut berkontribusi dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Dedi.

Data Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara mencatat, hingga saat ini terdapat 16 unit SPPG Polri di wilayah tersebut. Sebanyak 12 unit telah beroperasi dengan total 22.278 penerima manfaat, sementara empat unit lainnya masih dalam tahap pembangunan.

Program ini disebut sebagai bagian dari dukungan terhadap visi pembangunan nasional dalam Asta Cita, khususnya pada peningkatan kualitas manusia Indonesia. Menurut Dedi, intervensi di sektor gizi merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan daya saing bangsa.

Selain sektor gizi, Polri juga didorong berperan dalam penguatan ketahanan pangan. Dedi menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor guna mencapai swasembada pangan sebagai bagian dari ketahanan nasional.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, jajaran Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara telah mengembangkan program penanaman jagung seluas 369 hektare dengan total produksi mencapai 350,47 ton. Program ini diharapkan menjadi kontribusi konkret dalam memperkuat ketersediaan pangan berkelanjutan di daerah.

Kunjungan ini sekaligus menegaskan perluasan peran institusi kepolisian dalam agenda pembangunan, tidak hanya pada aspek keamanan, tetapi juga pada sektor sosial dan ekonomi yang berdampak langsung pada masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!