EkobisBirokrasiSosial

Bulog Masif Salurkan SPHP dan Bantuan Pangan, Harga Beras di Bombana Mulai Stabil

5
×

Bulog Masif Salurkan SPHP dan Bantuan Pangan, Harga Beras di Bombana Mulai Stabil

Sebarkan artikel ini

Rumbia, Infobombana.id – Perum Bulog Cabang Bombana–Konawe Selatan (Konsel) terus menggencarkan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta bantuan pangan kepada masyarakat. Langkah ini dinilai efektif menekan lonjakan harga beras sekaligus menjaga daya beli warga.

Kepala Bulog Cabang Bombana–Konsel, Abdan, menjelaskan bahwa program SPHP saat ini masih berjalan secara masif dengan menyasar pasar tradisional hingga pedagang mitra di sekitar permukiman warga.

“Program ini bertujuan untuk menekan potensi inflasi, khususnya dari komoditas beras. Distribusi kami fokuskan ke pasar tradisional agar harga beras medium tetap terjangkau dan stabil,” ujarnyaujarnya saat dikonfirmasi di lapangan, Jumat (17/4/2026).

Ia mengungkapkan, pada bulan sebelumnya harga beras medium sempat menembus Rp14.000 per kilogram. Namun setelah penyaluran SPHP ditingkatkan, harga perlahan turun dan kini kembali berada di kisaran Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp13.500 per kilogram.

Penyaluran tidak hanya dilakukan kepada pedagang pasar, tetapi juga kepada mitra Bulog di lingkungan pemukiman warga, baik di wilayah Bombana maupun Konawe Selatan. Sejak Januari hingga 15 April, total beras SPHP yang telah disalurkan mencapai sekitar 1.000 ton.

Dampaknya pun mulai terlihat di sejumlah pasar. Di Pasar Tadoha dan Pasar Mapacing, misalnya, harga beras medium yang sebelumnya sempat berada di kisaran Rp14.500 hingga Rp15.000 per kilogram kini turun menjadi Rp13.500 per kilogram.

Selain SPHP, Bulog juga menyalurkan beras medium non-SPHP kepada pedagang dengan harga Rp12.500 per kilogram. Beras tersebut kemudian dijual ke masyarakat seharga Rp13.500 per kilogram. Berdasarkan data Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Bombana, harga beras medium di pasaran kini relatif stabil pada angka tersebut.

Di sisi lain, Bulog juga tengah menyalurkan program bantuan pangan untuk alokasi Februari hingga Maret. Program ini merupakan kebijakan pemerintah pusat yang ditujukan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok.

Di Kabupaten Bombana, bantuan telah tersalurkan di 12 dari total 22 kecamatan, termasuk tiga kecamatan di wilayah Kabaena. Semaentara untuk wilayah Konsel, dari 25 kecamatan, bantuan telah tersalurkan di 7 kecamatan dan sisanya masih dalam tahap distribusi.pada proses penyaluran, setiap Penerima Bantuan Pangan (PBP) mendapatkan 20 kilogram beras dan 4 liter minyak untuk dua bulan alokasi.

Abdan menambahkan, Pemerintah menargetkan penyaluran bantuan ini rampung paling lambat 31 Mei. Namun Bulog optimistis proses distribusi bisa selesai lebih cepat, yakni sekitar 20 Mei, baik di Bombana maupun Konawe Selatan.

Olehnya itu, Kabulog Bombana menegaskan, pihaknya optimis seluruh bantuan pangan dapat tersalurkan 100 persen tepat waktu. Kini, fokus utama Bulog adalah menuntaskan distribusi untuk alokasi Februari dan Maret, sembari menunggu arahan lanjutan dari pemerintah pusat.

Abdan berharap program SPHP dan bantuan pangan ini dapat terus menjaga stabilitas harga serta membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

“Kami berharap upaya ini bisa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, baik dalam menjaga kestabilan harga beras maupun dalam memenuhi kebutuhan pangan harian,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *