Scroll untuk baca artikel
HUKUM

Polres Bombana Jelaskan Konteks Video Viral Kapolres Saat Demo Mahasiswa

9
×

Polres Bombana Jelaskan Konteks Video Viral Kapolres Saat Demo Mahasiswa

Sebarkan artikel ini
Kepala Seksi Humas Polres Bombana, Iptu Abdul Hakim

Rumbia, Infobombana.id –  Polres Bombana memberikan penjelasan terkait video yang beredar di media sosial yang memperlihatkan Kapolres Bombana, AKBP Eko Sutomo, berada di atas mobil pengeras suara saat pengamanan aksi demonstrasi mahasiswa di kawasan Tugu Brimob, Kasipute.

Kepala Seksi Humas Polres Bombana, Iptu Abdul Hakim, menegaskan bahwa potongan video yang viral tersebut tidak menggambarkan keseluruhan situasi yang terjadi di lokasi aksi. Menurut dia, tindakan yang dilakukan Kapolres merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban selama demonstrasi berlangsung.

“Peristiwa dalam video itu terjadi saat petugas berupaya mencegah pembakaran ban yang diserukan oleh salah satu orator aksi. Sebelumnya, personel pengamanan telah memberikan imbauan secara persuasif kepada massa,” ujar Abdul Hakim dalam keterangan resminya, Jumat (5/6/3026).

Ia menjelaskan, aksi yang digelar oleh Ikatan Mahasiswa Pemuda Pelajar Mataoleo Kendari Sulawesi Tenggara (IMPPERMOL Sultra) pada Selasa, 2 Juni 2026, berlangsung bertepatan dengan menjelang waktu salat Zuhur. Pada saat yang sama, suara selawat dari Masjid Raya Nurul Iman Kasipute telah terdengar di sekitar lokasi unjuk rasa.

Kondisi tersebut, kata Abdul Hakim, membuat petugas meminta massa menurunkan volume pengeras suara dan mengurungkan rencana pembakaran ban demi menghormati aktivitas ibadah masyarakat serta menghindari potensi gangguan ketertiban umum.

Namun, imbauan tersebut tidak segera diindahkan. Situasi itu mendorong Kapolres Bombana turun langsung melakukan pendekatan kepada koordinator lapangan dan orator aksi.

“Dalam rangkaian itulah Kapolres naik ke kendaraan sound system untuk mengamankan mikrofon dan melakukan komunikasi langsung dengan peserta aksi. Tujuannya agar situasi tetap terkendali dan tidak berkembang menjadi tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan,” katanya.

Meski sempat terjadi adu argumentasi singkat antara petugas dan peserta demonstrasi, kondisi di lapangan disebut tetap terkendali. Tidak terjadi bentrokan fisik maupun pembubaran aksi oleh aparat keamanan.

Polres Bombana menegaskan bahwa peserta demonstrasi tetap diberikan ruang untuk menyampaikan aspirasi mereka. Setelah dari Tugu Brimob, massa melanjutkan aksi ke Kantor Bupati Bombana dan kemudian ke Kantor DPRD Bombana untuk menyampaikan tuntutan terkait pembangunan jalan penghubung Kecamatan Mataoleo dan Kecamatan Poleang Timur.

Menurut Abdul Hakim, seluruh rangkaian kegiatan pengamanan berjalan aman hingga aksi berakhir pada sore hari. Ia juga menyebut tidak ada laporan keberatan dari peserta demonstrasi terhadap proses pengamanan yang dilakukan aparat.

“Pengamanan dilakukan untuk memastikan hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat tetap terlindungi, sekaligus menjaga ketertiban umum agar aktivitas masyarakat lainnya tidak terganggu,” ujar Abdul Hakim.

Polres Bombana berharap masyarakat dapat melihat peristiwa tersebut secara utuh dan tidak hanya berdasarkan potongan video yang beredar di media sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!