Scroll untuk baca artikel
BirokrasiEkobis

80 Persen Gabah Disebut Digiling di Luar Daerah, Pabrik RMP Direncanakan Hadir di Bombana

324
×

80 Persen Gabah Disebut Digiling di Luar Daerah, Pabrik RMP Direncanakan Hadir di Bombana

Sebarkan artikel ini

RUMBIA, INFOBOMBANA.ID – Sekitar 80 persen gabah hasil panen di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, disebut masih digiling di luar daerah. Rencana pembangunan Rice Milling Plant (RMP) oleh Kementerian Pertanian diharapkan menjadi solusi untuk memperkuat pengolahan hasil panen di daerah tersebut.

Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, mengatakan keberadaan fasilitas penggilingan padi di daerah sendiri diharapkan dapat mengurangi ketergantungan petani terhadap fasilitas pengolahan di luar Bombana.

“Saya mendengar informasi bahwa 80 persen gabah dari Bombana digiling di daerah lain. Kita harapkan nanti setelah RMP ini berdiri, gabah dapat diproses di tempat kita,” kata Burhanuddin saat menghadiri kegiatan di halaman Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Bombana, Kamis (15/10/2026).

Menurut dia, keberadaan RMP menjadi harapan agar hasil panen petani Bombana tidak harus dibawa ke daerah lain untuk melalui proses penggilingan.

Selama ini, persoalan pengolahan gabah menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan sektor pertanian. Peningkatan produksi padi perlu diimbangi dengan ketersediaan fasilitas pengolahan agar hasil panen dapat memberikan nilai tambah bagi daerah.

RMP atau Rice Milling Plant merupakan fasilitas penggilingan padi yang digunakan untuk mengolah gabah menjadi beras. Jika pembangunan tersebut terealisasi, fasilitas ini diharapkan dapat mendukung pengolahan hasil panen lebih dekat dengan sentra produksi.

Selain menghasilkan beras, proses penggilingan padi juga menghasilkan produk sampingan, seperti sekam dan dedak. Produk tersebut berpotensi dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, termasuk sebagai bahan baku pakan ternak.

Meski demikian, manfaat pembangunan RMP nantinya akan bergantung pada realisasi proyek, kapasitas penggilingan, serta pengelolaan operasionalnya. Hal tersebut penting agar fasilitas yang dibangun benar-benar mampu menampung hasil panen petani Bombana.

Target Pabrik Penggilingan Padi Sudah Disampaikan Sejak 2025

Rencana menghadirkan fasilitas penggilingan padi di Bombana bukan kali pertama disampaikan pemerintah daerah.

Pada April 2025, Burhanuddin telah menargetkan agar Bombana memiliki pabrik penggilingan padi pada 2026 atau paling lambat 2027.

Dalam pemberitaan Infobombana.id pada 21 April 2025, Burhanuddin menyampaikan rencana tersebut saat menghadiri panen raya di Dusun Lababu, Desa Tinabite, Kecamatan Lantari Jaya, Minggu (20/4/2025).

Saat itu, ia menyoroti belum tersedianya fasilitas penggilingan padi berskala besar di Bombana. Pemerintah daerah, kata dia, akan berupaya menghadirkan fasilitas tersebut melalui dukungan pemerintah pusat maupun kerja sama dengan investor.

Burhanuddin ketika itu menyebut produksi gabah Bombana mencapai sekitar 90.000 ton per tahun. Namun, kurang dari 20 persen yang diolah di daerah sendiri, sedangkan sisanya dibawa ke luar daerah.

Ia juga menyoroti potensi pemanfaatan produk sampingan penggilingan, seperti sekam dan dedak, yang dapat mendukung kebutuhan pakan ternak.

Kini, rencana pembangunan RMP oleh Kementerian Pertanian kembali membuka harapan bagi Bombana untuk memperkuat pengolahan hasil pertanian di daerah sendiri.

Kepastian waktu pembangunan, kapasitas fasilitas, dan mekanisme operasionalnya menjadi hal yang perlu ditunggu untuk mengetahui sejauh mana RMP nantinya dapat menjawab persoalan penggilingan gabah di luar daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *