RUMBIA, INFOBOMBANA.ID – Kerugian akibat kebakaran yang melanda Pasar Sentral Tadoha Mapaccing, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Perindakop) Kabupaten Bombana masih melakukan pendataan untuk memastikan total kerugian akibat peristiwa tersebut.
Kepala Dinas Perindakop dan UMKM Kabupaten Bombabna, Rusman Idja, melalui Sekretaris Dinas Perindakop Bombana, Muhammad Syukur Sigia, mengatakan besarnya taksiran kerugian berkaitan dengan kerusakan sejumlah bangunan pasar serta barang dagangan yang terdampak kebakaran.
“Untuk taksiran kerugian, sementara ini diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Namun, jumlah pastinya masih dalam proses perhitungan,” kata Syukur.
Ia menjelaskan, pendataan belum rampung karena terdapat sejumlah bangunan yang digunakan sebagai tempat penyimpanan stok barang dan gudang distributor. Kondisi tersebut membuat penghitungan kerugian perlu dilakukan secara menyeluruh.
Berdasarkan data sementara Dinas Perindakop Bombana, delapan unit kios di Blok A3 mengalami kerusakan parah. Selain itu, empat petak los terbuka bangunan lama juga mengalami kerusakan parah.
Sementara itu, sebanyak 24 unit bangunan los terbuka baru dilaporkan mengalami kerusakan sedang. Kebakaran juga berdampak pada satu unit bangunan penyimpanan stok barang.
Adapun 11 unit kios lainnya turut terdampak, tetapi tidak mengalami kerusakan parah sehingga masih dapat digunakan.
Dari sisi pedagang, sebanyak 20 orang tercatat terdampak kebakaran. Enam orang di antaranya dilaporkan mengalami kerugian besar.
Syukur menyampaikan Dinas Perindakop Bombana akan segera menyusun laporan mengenai dampak kebakaran untuk disampaikan kepada pimpinan.
Laporan tersebut selanjutnya dapat diteruskan kepada pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat sebagai bahan penyampaian informasi mengenai kerugian yang ditimbulkan.
Terkait penanganan para pedagang yang terdampak, Dinas Sosial telah melakukan pendataan sebagai tindak lanjut arahan pimpinan agar instansi terkait turun menangani dampak kebakaran.
Namun, mengenai bentuk dan mekanisme bantuan bagi para pedagang, Syukur menyebut hal tersebut menjadi kewenangan Dinas Sosial.
Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
Syukur mengungkapkan, informasi awal mengenai kebakaran diterima sekitar pukul 00.30 WITA setelah seorang warga yang melintas melaporkan kejadian tersebut.
Masyarakat kemudian menghubungi petugas pemadam kebakaran dan melakukan upaya penanganan untuk mencegah api meluas.
Hingga saat ini, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan karena masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwajib.
Dinas Perindakop Bombana juga mengimbau para pedagang di Pasar Sentral Tadoha Mapaccing agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.
Pedagang diminta memeriksa instalasi listrik sebelum meninggalkan kios dan mencabut peralatan yang tidak digunakan. Penggunaan kompor maupun peralatan yang menghasilkan panas juga harus diperhatikan, terutama dengan menjauhkan sumber panas dari bahan-bahan yang mudah terbakar.
Langkah pencegahan tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko kebakaran serupa di kawasan pasar.














