
RUMBIA, INFOBOMBANA.ID – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bombana mengerahkan 12 personel pemadam kebakaran (Damkar) untuk menangani kebakaran yang melanda Pasar Sentral Tadoha Mapaccing, Kecamatan Rumbia Tengah, Selasa (13/10/2026) dini hari.
Selain memadamkan api, Satpol PP juga mengerahkan personel bidang lain untuk membantu menyelamatkan barang dagangan yang masih bisa digunakan serta mengamankan aset milik pedagang setelah kebakaran. Operasi Pemadaman dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Damkar) Waridin.
Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Bombana, H. Pajawa Tatika, mengatakan petugas bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan masyarakat sekitar pukul 00.20 Wita.
Sebanyak dua unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan kobaran api hingga sekitar pukul 04.00 Wita. Setelah itu, petugas melanjutkan proses pendinginan guna memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
“Alhamdulillah, anggota kami bekerja sesuai tugas dan fungsinya. Kami mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran untuk melakukan pemadaman hingga sekitar pukul 04.00 Wita,” kata Pajawa.
Ia mengakui petugas menghadapi tantangan dalam menjangkau seluruh titik kebakaran. Banyaknya warga yang berada di lokasi juga sempat menjadi hambatan dalam proses pemadaman.
Meski demikian, petugas tetap berupaya maksimal mengendalikan api. Kedua mobil pemadam tersebut bahkan harus melakukan sekitar enam kali perjalanan pulang-pergi untuk mengisi kembali air sebelum melanjutkan pemadaman.
Menurut Pajawa, penanganan kebakaran tidak berhenti setelah api berhasil dipadamkan. Satpol PP juga menjalankan fungsi pelayanan dan perlindungan masyarakat dengan membantu pedagang yang terdampak.
Pada Selasa pagi, personel dari bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum), Penegakan Peraturan Daerah (PPUD), Perlindungan Masyarakat (Linmas), serta sekretariat Satpol PP turun ke lokasi untuk membantu proses penyelamatan barang.
Petugas memilah barang yang terbakar dan yang masih dapat diselamatkan, kemudian memindahkan barang-barang yang masih layak ke tempat terpisah agar lebih aman.
Satpol PP juga menyiapkan dua unit kendaraan untuk membantu mengangkut barang-barang milik pedagang yang terdampak kebakaran.
“Barang-barang yang masih bisa diselamatkan kami tempatkan di lokasi terpisah agar lebih aman. Ini merupakan bentuk respons kami untuk membantu masyarakat yang terdampak,” ujarnya.
Pemda Lakukan Pendataan Kerugian
Pajawa mengatakan Pemerintah Kabupaten Bombana turut mengerahkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk membantu penanganan pascakebakaran.
Ia mengungkapkan telah berkomunikasi dengan Bupati Bombana melalui sambungan telepon pada Selasa pagi. Dalam komunikasi tersebut, Bupati mengarahkan OPD terkait agar turun langsung membantu masyarakat yang terdampak.
Satpol PP, Dinas Perdagangan dan Koperasi, Dinas Sosial, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kemudian terlibat dalam penanganan di lokasi kebakaran.
Keempat instansi tersebut juga diharapkan melakukan pendataan untuk memastikan jumlah pedagang yang terdampak sekaligus memperkirakan nilai kerugian akibat peristiwa tersebut.
Berdasarkan laporan awal Satpol PP Bombana, sebanyak 20 pedagang dilaporkan terdampak kebakaran. Kerugian material diperkirakan mencapai miliaran rupiah, tetapi angka tersebut masih memerlukan pendataan dan verifikasi lebih lanjut.
Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
Terkait penyebab kebakaran, Pajawa mengatakan informasi awal yang diterimanya dari pengurus pasar dan masyarakat menyebutkan api diduga berasal dari kawasan warung makan di bagian tengah pasar.
Namun, ia menegaskan belum dapat memastikan sumber api maupun faktor yang memicu kebakaran tersebut.
“Kami belum mengetahui secara pasti apakah sumber api berasal dari dapur atau korsleting listrik. Hal itu masih dalam penyelidikan pihak berwenang,” katanya.
Karena itu, dugaan mengenai titik awal kebakaran tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab utama peristiwa.
Pajawa juga mengimbau masyarakat, khususnya pedagang pasar, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.
Menurut dia, kondisi musim kemarau yang berkepanjangan perlu menjadi perhatian bersama karena dapat meningkatkan risiko kebakaran berkembang dan meluas apabila tidak segera ditangani.
Ia meminta pedagang memperhatikan keamanan instalasi listrik, penggunaan peralatan yang berpotensi menimbulkan api, serta memastikan kondisi kios aman sebelum ditinggalkan.
“Pencegahan kebakaran bukan hanya menjadi tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab kita bersama. Karena itu, diperlukan kesadaran dan partisipasi seluruh masyarakat untuk mencegah terjadinya kebakaran,” ujar Pajawa.














