Scroll untuk baca artikel
BirokrasiSosial

Bombana Waspadai Karhutla, Bupati Minta Relawan Jadi Mata dan Telinga di Desa

162
×

Bombana Waspadai Karhutla, Bupati Minta Relawan Jadi Mata dan Telinga di Desa

Sebarkan artikel ini

RUMBIA, INFOBOMBANA.ID – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Bombana di tengah kondisi kemarau. Hal itu disampaikan Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si., saat membuka kegiatan Pengembangan Kapasitas dan Simulasi Kesiapsiagaan Tim Reaksi Cepat (TRC) Relawan Berani Tangguh Bencana dalam Pengurangan Risiko Bencana Tahun 2026 di Gedung Serbaguna Rarowatu Utara, Selasa (6/10/2026).

Bupati Bombama meminta para relawan memperkuat pengawasan dan mempercepat pelaporan setiap potensi kebakaran dari tingkat desa. Menurutnya, relawan memiliki posisi penting karena berada dekat dengan masyarakat dan wilayah yang berpotensi terdampak bencana.

Karena itu, relawan tidak boleh hanya aktif ketika bencana sudah terjadi. Mereka juga harus berperan dalam pencegahan, menyampaikan informasi, melakukan edukasi, serta membangun koordinasi dengan pemerintah desa, kelurahan dan kecamatan.

“Ketika ada kejadian di kampung atau di desa kita masing-masing, yang paling utama adalah bergerak berkolaborasi antara pemerintah desa dan relawan bencana,” ujar Burhanuddin.

Ia menekankan, kecepatan laporan dari tingkat desa sangat menentukan langkah pemerintah dalam merespons sebuah kejadian. Setiap kondisi yang berpotensi berkembang menjadi bencana diminta segera dilaporkan melalui saluran komunikasi yang telah disiapkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bombana.

Perhatian khusus diberikan terhadap ancaman kebakaran yang dipicu aktivitas pembukaan lahan menggunakan api.

Burhanuddin meminta relawan bersama pemerintah desa terus mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan cara tersebut, terutama dalam kondisi cuaca yang rentan memicu kebakaran.

“Dalam kondisi sekarang sangat rentan kalau kita mau membuka lahan dengan menggunakan api. Kita harus punya tanggung jawab untuk saling mengingatkan kepada masyarakat supaya menghindari jangan sampai ada kebakaran,” tegasnya.

Menurutnya, pencegahan karhutla bukan hanya menyangkut keselamatan warga. Kebakaran yang tidak terkendali juga dapat meluas ke kawasan hutan dan mengganggu ekosistem serta habitat satwa.

Untuk memperkuat kesiapan di lapangan, kegiatan tersebut tidak berhenti pada pemberian materi. Para relawan juga mengikuti simulasi penanganan kebakaran, termasuk pengenalan dan praktik penggunaan peralatan pemadam dengan pendampingan petugas.

Pada kesempatan itu juga, Ketua TP-PKK Kabupaten Bombana Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos., turut mengikuti praktik bersama para peserta.

Melalui simulasi tersebut, pemerintah berharap relawan memiliki kemampuan yang lebih siap ketika menghadapi kondisi darurat. Selain keterampilan teknis, kemampuan berkomunikasi dan menyampaikan laporan secara cepat diharapkan menjadi bagian penting dari kesiapsiagaan bencana di Bombana.

Dengan demikian, responS terhadap bencana tidak hanya bergantung pada pemerintah kabupaten, tetapi dapat bergerak sejak tingkat desa ketika tanda-tanda bahaya mulai muncul.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *