
Rumbia, Infobombana.id – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kembali memberikan mandat kepada Iskandar, SP untuk memimpin Dewan Tanfidz DPC PKB Kabupaten Bombana periode 2026–2031. Keputusan tersebut menegaskan keberlanjutan kepemimpinan Iskandar setelah melalui proses evaluasi dan penjaringan calon pimpinan yang dilakukan di tingkat pusat.
Penetapan itu diumumkan dalam rapat sosialisasi ketetapan Tim Koordinator DPP PKB mengenai calon pimpinan Dewan Tanfidz DPC PKB se-Sulawesi Tenggara yang digelar secara virtual, Kamis (11/6/2026).
Rapat dipimpin Wakil Ketua Umum DPP PKB Jazilul Fawaid didampingi Ketua DPW PKB Sulawesi Tenggara Jaelani dan Sekretaris DPW Al Rasid. Dalam forum tersebut, Jazilul membacakan keputusan final DPP PKB terkait susunan kepengurusan Dewan Tanfidz DPC PKB Bombana masa bakti 2026–2031.
Selain menetapkan Iskandar sebagai Ketua Dewan Tanfidz, DPP juga mempertahankan Muh. Irfan, S.Pi sebagai sekretaris dan Denik Widiastuti, A.Md.Kom sebagai bendahara.

Keputusan mempertahankan komposisi kepengurusan sebelumnya dinilai mencerminkan kepercayaan DPP terhadap kinerja organisasi PKB Bombana selama lima tahun terakhir.
Sekretaris DPC PKB Bombana Muh. Irfan mengatakan tidak ada perubahan dalam struktur inti kepengurusan karena kepemimpinan sebelumnya dianggap berhasil menjaga soliditas partai.
Menurut Irfan, selama dipimpin Iskandar, PKB Bombana menunjukkan peningkatan signifikan dalam perolehan kursi legislatif. Pada Pemilu 2019, partai tersebut berhasil menempatkan tiga kadernya di DPRD Bombana setelah sebelumnya tidak memiliki kursi. Hasil itu kemudian mengantarkan PKB memperoleh posisi pimpinan legislatif.
Peningkatan kembali terjadi pada Pemilu 2024 ketika PKB menambah perolehan kursi menjadi empat. Capaian tersebut memperkuat posisi partai sebagai salah satu kekuatan politik utama di Kabupaten Bombana. Iskandar sendiri saat ini menjabat sebagai Ketua DPRD Bombana.
“Keputusan DPP ini menunjukkan bahwa kepemimpinan dan strategi politik yang dijalankan selama ini masih mendapat kepercayaan dari partai. Kami sebagai pengurus tetap memberikan dukungan penuh kepada Pak Iskandar untuk memimpin PKB Bombana ke depan,” kata Irfan.
Penetapan Iskandar tidak berlangsung tanpa persaingan. Sebelum keputusan final diterbitkan, DPP PKB melakukan pemetaan terhadap sejumlah kader yang dinilai memiliki kapasitas kepemimpinan dan pengaruh kuat di internal partai.
Sedikitnya terdapat empat nama yang masuk dalam bursa calon Ketua Dewan Tanfidz DPC PKB Bombana. Selain Iskandar, muncul nama Nurkholis yang menjabat Ketua Fraksi PKB DPRD Bombana, Nasruddin yang merupakan anggota DPRD dua periode sekaligus peraih suara terbanyak dari PKB pada pemilu terakhir, serta Jumadil yang dikenal sebagai salah satu legislator muda Bombana.
Sejumlah sumber internal partai menyebut proses seleksi mengerucut pada tiga figur utama, yakni Iskandar, Nasruddin, dan Jumadil. Ketiganya disebut mengikuti seluruh tahapan hingga menjelang keputusan akhir DPP.
Setelah melalui evaluasi menyeluruh terhadap kinerja organisasi, kapasitas kepemimpinan, serta kebutuhan strategis partai menghadapi agenda politik mendatang, DPP akhirnya kembali menjatuhkan pilihan kepada Iskandar.
Keputusan itu sekaligus menjadi sinyal bahwa DPP menilai kepemimpinan yang ada masih relevan untuk melanjutkan konsolidasi dan penguatan basis politik PKB di Bombana.
Bagi kader PKB di daerah, keputusan tersebut tidak hanya dipandang sebagai upaya mempertahankan figur lama, tetapi juga menjaga kesinambungan arah organisasi yang dalam beberapa tahun terakhir berhasil meningkatkan posisi tawar partai di tingkat lokal.
Kepengurusan baru DPC PKB Bombana dijadwalkan mengikuti pelantikan serentak pengurus PKB se-Indonesia yang akan berlangsung di Jakarta pada Juli 2026. Agenda itu akan dirangkaikan dengan peringatan Hari Lahir PKB dan menjadi momentum konsolidasi nasional partai menjelang berbagai agenda politik menuju Pemilu 2029.
Dengan keluarnya keputusan tersebut, DPP PKB mengirimkan pesan jelas kepada kader di Bombana: di tengah munculnya sejumlah figur potensial, partai masih menaruh kepercayaan kepada kepemimpinan yang dinilai mampu menjaga soliditas organisasi, memperluas pengaruh politik, serta mempertahankan tren peningkatan elektoral yang telah dibangun dalam beberapa tahun terakhir.















