
RUMBIA, INFOBOMBANA.ID – Pergantian pucuk pimpinan Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional (DPD PAN) Kabupaten Bombana menandai babak baru perjalanan partai tersebut di daerah.
Justang resmi dipercaya memimpin DPD PAN Bombana setelah menerima Surat Keputusan (SK) dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN di Jakarta pada 14 Agustus 2026.
Pergantian ini bukan sekadar perubahan nama di struktur kepengurusan. Justang kini mendapat mandat untuk menjaga posisi PAN sebagai salah satu kekuatan politik yang selama ini memiliki basis suara kuat di Bombana.
Sebelumnya, DPD PAN Bombana dipimpin mantan Bupati Bombana, H. Tafdil. Di bawah kepemimpinannya, PAN mampu mempertahankan eksistensi sebagai salah satu partai dengan perolehan suara signifikan dalam kontestasi politik di daerah. Kini, tanggung jawab itu berpindah kepada Justang.
Figur yang relatif muda tersebut menghadapi pekerjaan besar: merawat basis politik yang sudah terbentuk sekaligus membawa pola konsolidasi baru agar PAN tetap relevan di tengah perubahan preferensi politik masyarakat.
Dukungan dari Tafdil menjadi salah satu sinyal penting dalam proses pergantian tersebut. Mantan ketua DPD PAN Bombana itu menyebut Justang sebagai salah satu kader terbaik yang dinilai memiliki energi untuk melanjutkan kerja politik partai.
“Alhamdulillah, sudah cocok sekali mi ini kader terbaik. Masih muda, tambah gas, fokus bantu rakyat Ketua Justang,” kata Tafdil.
Pesan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa regenerasi di tubuh PAN Bombana diharapkan tidak memutus mata rantai kepemimpinan sebelumnya. Justang justru dituntut memanfaatkan pengalaman para senior untuk memperkuat konsolidasi kader.
Tantangan berikutnya adalah memastikan PAN tidak hanya kuat dalam struktur organisasi, tetapi juga tetap memiliki kedekatan dengan masyarakat.
Kaderisasi, komunikasi internal dan kerja-kerja politik yang menyentuh kebutuhan warga akan menjadi bagian penting dari kepemimpinan Justang. Sebab, kekuatan partai di tingkat daerah tidak semata ditentukan oleh struktur, tetapi juga oleh seberapa jauh kader hadir di tengah masyarakat.
Dengan dukungan kader senior dan munculnya figur generasi baru, kepemimpinan Justang menjadi momentum bagi PAN Bombana untuk melakukan konsolidasi ulang.
Bagi Justang, SK dari DPP PAN bukan sekadar legitimasi jabatan. Mandat itu sekaligus menjadi ujian untuk membuktikan apakah regenerasi kepemimpinan mampu mempertahankan sekaligus memperbesar kekuatan PAN di Bombana.
Babak baru PAN Bombana pun dimulai: mempertahankan basis yang telah dibangun Tafdil, sembari membawa partai tersebut memasuki generasi kepemimpinan berikutnya.














