Scroll untuk baca artikel
HUKUMHeadline

Mayat Nelayan Ditemukan Terapung di Tanjung Katobu Bombana

119
×

Mayat Nelayan Ditemukan Terapung di Tanjung Katobu Bombana

Sebarkan artikel ini

RUMBIA, INFOBOMBANA.ID – Sesosok mayat laki-laki ditemukan terapung di permukaan laut Tanjung Kabotu, Desa Masaloka Timur, Kecamatan Kepulauan Masaloka Raya, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, Rabu (7/10/2026).

Berdasarkan laporan resmi dari Humas Polres Bombana, mayat tersebut kemudian diketahui bernama Muhdin (70), warga Desa Masaloka Selatan yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan.

Penemuan itu terjadi sekitar pukul 09.00 Wita ketika seorang warga bernama Kasman sedang melintas menggunakan kapal di perairan Tanjung Kabotu.

Kasman awalnya melihat sesuatu yang tampak seperti benda terapung di permukaan laut. Ia kemudian memutar haluan kapalnya untuk memastikan benda tersebut.

Saat mendekat hingga sekitar lima meter, Kasman terkejut karena yang dilihatnya merupakan tubuh manusia yang telah terapung di laut.

Kasman kemudian meninggalkan lokasi dan menuju Pelabuhan Desa Masaloka Timur untuk melaporkan penemuan tersebut kepada warga dan kepala desa.

Tak lama kemudian, Kasman bersama kepala desa dan sejumlah warga kembali ke lokasi untuk mengevakuasi jenazah.

Sekitar pukul 10.00 Wita, jenazah berhasil dievakuasi dengan cara mengikat tali pada pakaian korban dan menariknya menuju bibir pantai Desa Masaloka Timur.

Berdasarkan keterangan keluarga, Muhdin diketahui meninggalkan rumah sekitar pukul 06.00 Wita untuk memancing ikan.

Istri korban, Wa Abe, mengatakan Muhdin memang memiliki kebiasaan pergi memancing menggunakan kapal body batang berbahan fiber.

Dengan demikian, korban diperkirakan baru sekitar tiga jam berada di laut sebelum ditemukan dalam kondisi terapung.

Setelah menerima laporan, Wakapolsek Rumbia Ipda Laode Pandi bersama personel Polsek Rumbia dan personel Polairud Bombana mendatangi lokasi untuk melakukan identifikasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Jenazah kemudian dibawa ke kediamannya di Desa Masaloka Selatan.

Sementara hasil pemeriksaan luar yang dilakukan tenaga kesehatan Puskesmas Kepulauan Masaloka Raya tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Kepolisian juga meminta dilakukan visum luar terhadap jenazah.

Dari pemeriksaan medis, korban diketahui berjenis kelamin laki-laki. Perkiraan waktu kematian disebut sekitar dua jam sebelum jenazah ditemukan.

Keluarga juga memastikan identitas korban berdasarkan kondisi jenazah yang masih utuh sehingga wajahnya dapat dikenali. Pakaian yang dikenakan korban juga disebut identik dengan pakaian yang digunakan saat berangkat memancing.

Istri korban menyebut Muhdin sebelumnya memiliki riwayat penyakit asam urat dan stroke ringan.

Setelah berkoordinasi dengan pihak kepolisian, keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

Keluarga memilih untuk langsung memakamkan korban dan bersedia membuat surat pernyataan serta menandatangani berita acara penolakan autopsi.

Polisi selanjutnya melakukan pengamanan TKP, meminta keterangan saksi dan keluarga, melakukan identifikasi serta olah TKP, dan menyusun laporan terkait peristiwa penemuan mayat tersebut.

Hingga proses penanganan selesai, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada pemeriksaan luar jenazah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *